SELEBRITI

Tolak Keras Rokok Elektrik Demi Anak Indonesia, Kak Seto Gandeng Artis Bersama LPAI

Kamis, 14 Maret 2019 13:28 Penulis: Tantri Dwi Rahmawati

Kak Seto credit: Kapanlagi/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Trend merokok electric bagi anak anak remaja di masyarakat saat ini sangat mengkhawatirkan, hal inilah yang mendasari LPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia) bersama kak Seto menggelar diskusi tentang bahayanya rokok electric (rokok alternatif) yang mengancam kesehatan generasi bangsa.

Bertempat di Hotel balairung pada Selasa (12/3) kemarin, kak Seto memaparkan generasi saat ini harus diselamatkan dari bahaya rokok. "Masing-masing punya sikap yang tidak diungkapkan, yang penting bagi kami adalah mencintai anak-anak Indonesia, semua melindungi anak anak indonesia, dan semua melakukan yang terbaik buat anak anak Indonesia," tukas Kak Seto.

Oleh karenanya kak Seto bersama LPAI menolak keras rokok menjadi sponsor utama dalam olahraga dan pendidikan karena akan membawa dampak buruk bagi anak-anak Indonesia dalam hal ini remaja. "Jadi ini sesuatu yang sangat sederhana diterima oleh akal sehat bahwa sesuatu yang beracun apakah narkoba apakah rokok apakah minuman keras dan sebagainya tidak layak dipromosikan kepada anak-anak, jadi segala upaya untuk mempengaruhi anak anak berarti kami lawan," tuturnya.

 

1. Libatkan Pemerintah

Lebih lanjut, kak Seto upayakan para stakeholder pemerintah juga mendukung gagasan ini. "Kami menggunakan kekuatan masyarakat dari semua pemangku kepentingan. Kuncinya Ada di pemerintah, bayangkan negara seperti Malaysia, Singapore, Thailand di Asia Pacific ini semua meratifikasi konvensi itu," tambah pria 67 tahun ini.

Menurut kak Seto, Indonesia harus menyusul negara-negara tersebut. "Satu-satunya negara yang belum meratifikasi adalah Indonesia. Pertanyaan besarnya adalah kenapa? Apa Kita akan dikenang sejarah sebagai bangsa yang tidak melindungi anak-anak, tapi justru bangsa yang menjerumuskan ke lembah penderitaan karena mengkonsumsi rokok jenis electric ini?" jelasnya.

2. Sejak 2011

Kak Seto menambahkan sejak 2011 sudah ada gerakan soal ini di masyarakat. "Sejak tahun 2011 kami membentuk Seksi Perlindungan Anak Tingkat Rukun Tetangga (Sparta). Kota pertama yang mendapat rekor MURI adalah Tangerang Selatan, kedua Banyuwangi. Ketiga Bengkulu Utara. Warga sendiri yang peduli dilibatkan untuk melindungi anak, dari bahaya rokok (serta) mengingatkan para ortu jangan merokok didalam rumah," tukas Kak Seto sambil menambahkan bahwa gerakan ini akan terus diperjuangkan hingga presiden meratifikasi konvensi pengendalian tembakau.

Kendati begitu, kak Seto nggak memungkiri jika banyak olahragawan yang jadi model bintang rokok. "Memang kita tidak menampik bahwa pelaku dari pada model bintang rokok itu sendiri ada yang melibatkan para public figur dan olahragawan. Oleh karenanya, kami mencanangkan gerakan SASANA (Saya Sahabat Anak) termasuk juga merangkul Artis dan penyanyi," tutup kak Seto.


REKOMENDASI
TRENDING