SELEBRITI

Komnas Perempuan Sebut Gisella Anastasia Sebagai Korban Bukan Tersangka, Seharusnya Dapat Perlindungan Hukum

Kamis, 31 Desember 2020 23:09

Gisella Anastasia ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Gisella Anastasia resmi berstatus tersangka kasus video syur yang sempat ramai pada November 2020 lalu. Di sisi lain, Komnas Perempuan menganggap bahwa keputusan dari pihak kepolisian ini kurang tepat. 

Mengutip dari Kompas.com, Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi mengatakan bahwa Gisel seharusnya bukan sebagai tersangka melainkan dia adalah korban. 

"GA dan MYD adalah korban dari penyebaran konten ini yang seharusnya mendapatkan perlindungan hukum," kata Siti Aminah Tardi dikutip dari Kompas.com, Kamis (31/12/2020).

1. Tidak Untuk Disebarluaskan

Mengutip dari UU Pornografi Pasal 4 Ayat 1 Nomor 44 tahun 2008, Siti Aminah mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan oleh Gisel tidak ditujukan kepada publik atau disebarluaskan. 

"Keduanya melakukan hubungan seksual dan merekamnya tidak untuk ditujukan kepentingan industri pornografi atau disebarluaskan. Jadi GA dan MYD adalah korban dari penyebaran konten intim," ujarnya. 

2. Harus Mendapatkan Perlindungan Hukum

Siti Aminah juga mengungkapkan bahwa di kasus ini, Gisel yang sebagai korban juga harus mendapat perlindungan hukum. Menurutnya, ini adalah kasus pencemaran nama baik.

"Harusnya dicari kontennya itu diambil dari mana, kok bisa dan mengapa disebarkan. Itu yang sebetulnya penting untuk dikenai hukum. Juga penyembuhan citranya GA dan keluarga, ini yang seharusnya dilakukan penegak hukum," paparnya.

"Kalau menyebarkan informasi soal GA apa manfaatnya, itu kan jadi gosip. Kalau mau memberikan manfaatnya untuk publik, harusnya pemberitaan lebih kepada situasi yang tidak adil menimpa GA karena sebetulnya dia yang dicemarkan nama baiknya," sambungnya. 

3. Penuturan Pihak Kepolisian

Berbeda dari Komnas Perempuan, Pihak Kepolisian punya landasan dasar kenapa Gisel dan MYD ditetapkan jadi tersangka. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, mereka jadi tersangka karena video tersebut sudah jadi konsumsi publik. 

"Untuk konsumsi pribadi, tetapi masalahnya ini sudah tersebar ke mana-mana dan menjadi konsumsi publik," kata Yusri Yunus dikutip dari detik.com, Kamis (31/12/2020). 

Menurut Yusri, perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan Gisel karena ia sudah menyebarkan video tersebut kepada MYD. 

"Perbuatannya yang pertama dia melakukan pornografi, dia memvideokan, kemudian dia mengirimkan video itu ke MYD," lanjutnya. 


REKOMENDASI
TRENDING