Ngaku Sudah Dimaafkan, Ini Alasan Farhat Sebut Dhani Bangkrut

Jum'at, 27 November 2015 19:15 Penulis: Ahmat Effendi
Ngaku Sudah Dimaafkan, Ini Alasan Farhat Sebut Dhani Bangkrut Farhat Abbas - Ahmad Dhani ©KapanLagi.com/VJ Ade
Kapanlagi.com - Perseteruan antara Farhat Abbas dengan Ahmad Dhani telah berlangsung sejak tahun 2013 silam pasca kecelakaan yang dialami oleh AQJ. Farhat sempat menulis beragam tweet dengan konten yang menyudutkan Dhani, dan lantas dilaporkan karena dianggap pencemaran nama baik.

Setelah dua tahun berlalu, laporan dari Dhani akhirnya berlanjut ke persidangan. "Ini sidang yang beda, yang Farhat jadi tersangka atas pencemaran nama baik Ahmad Dhani," ujar kuasa hukum Farhat Abbas, Muh. Burhanuddin, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (26/11).

Pengacara Farhat pun bercerita jalannya persidangan, dan menganalisa apa yang terjadi. Menurutnya saksi-saksi yang dihadirkan tidak mengetahui masalah secara menyeluruh.

"Kalau kita bicara sidang pidana kita bicara aturan. 2 Saksi yang dihadirkan hanya mengetahui 2 sampai 3 masalah," katanya.

Pihak Farhat Abbas mengungkap alasan menyebut Dhani bangkrut. ©KapanLagi.com/VJ AdePihak Farhat Abbas mengungkap alasan menyebut Dhani bangkrut. ©KapanLagi.com/VJ Ade

Selain itu terkait pernyataan Farhat Abbas bahwa Dhani bangkrut dan lantas dipermasalahkan di pengadilan. Pihak pengacara menyebut mengapa Farhat mengeluarkan pernyataan tersebut. Hal itu dipicu pemberitaan bahwa Dhani tak memiliki uang pasca kecelakaan Dul.

"Kita perlihatan bukti bahwa ada konferensi pers Dhani mengatakan tidak ada duit, yang kemudian menjadi headline Ahmad Dhani bangkrut," jelas Burhanuddin.

Selain itu terkait masalah ini, Farhat beralasan dirinya sudah meminta maaf ke Ahmad Dhani. Lantas apakah pasca semua kejadian tersebut Farhat nantinya bisa bebas? Kita tunggu saja putusan hakim.

"Intinya saya sudah minta maaf, dimaafin. Saksi hanya mengatakan hal yang sensitif saja. Saksi mengatakan gajinya UMK semua. Dhani hanya ilangin memberikan pelajaran untuk saya," tuturnya. 

(kpl/aal/sjw)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING