SELEBRITI

Nggak Tutupi Kasus Haters dari Betrand Peto, Ini Alasan Sarwendah dan Ruben Onsu

Jum'at, 06 November 2020 13:21

Keluarga Ruben Onsu © instagram.com/sarwendah29

Kapanlagi.com - Ruben Onsu dan Sarwendah masih terus berusaha untuk mencari pelaku di balik akun-akun haters yang menyerang Thalia dan Betrand Peto di media sosial. Seperti diketahui, ada oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang menjelek-jelekkan bahkan mengancam akan membunuh kedua buah hati pasangan Ruben Onsu dan Sarwendah ini.

Meski kasus haters ini terlalu berat untuk anak seusia Betrand Peto apalagi Thalia, Ruben Onsu dan Sarwendah tidak menutup-nutupi apa yang terjadi. Tentu saja tindakan mereka dilakukan bukan tanpa alasan.

"Sebenernya kan kalo di umurnya Onyo gitu udah jalan 16 juga, dia sudah harus bisa memilih dan dia harus sudah bisa belajar menjaga dirinya sendiri. Karena kalau kita tutupin terus itu kayak kita gak memberikan, dalam hidup itu kan pasti ada cobaan, cobaan, cobaannya gitu," ujar Sarwendah, seperti dilansir dari kanal YouTube The Onsu Family.

1. Persiapan Saat Dewasa

Ruben Onsu dan Sarwendah tak ingin buah hati mereka syok menghadapi kerasnya dunia luar ketika mereka beranjak dewasa. Oleh karena itu, mereka mulai memberi arahan baik kepada Betrand Peto maupun Thalia agar bisa menanggulangi kasus semacam ini dengan bijak.

"Kalo kita lindungin terus, terlalu lindungin sampai dia nggak tau apa-apa, nanti takutnya ketika dia dewasa ke luar dia disakiti orang dan dia merasa tersakiti, dia ngerti gimana caranya menanggulangi itu. Jadi sekarang itu minimal dia ada arahan, ini harus kayak gini. Emang semuanya ada yang pro ada yang kontra. Itu juga yang kita lakuin ke Thalia, walaupun masih kecil," tutur wanita yang kerap disapa Wendah ini.

2. Minta Bantuan Psikolog

Tak berhenti di sana, Ruben dan Wendah juga meminta bantuan psikolog untuk mengetahui kondisi buah hati mereka dari sudut pandang profesional. Hal ini dilakukan lantaran tak bisa mendampingi anak-anak mereka setiap saat dan tentunya mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terkait psikis sang buah hati.

"Nah kenapa kita butuh psikolog? Karena ada saatnya anak-anak mungkin, ketika dia bingung sekali kita kan juga orangtua juga masih belajar banget. Ketika sekolah kan mereka bisa tau, oh ternyata dalemnya tuh anaknya berpikirnya seperti ini," pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING