Terjaring Operasi Simpatik Narkoba, Ria Irawan Terkena Status Wajib Lapor

Kamis, 28 Juli 2005 15:37 Penulis: Erlin
Kapanlagi.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Firman Gani mengatakan artis Ria Irawan telah menjadi tersangka penggunaan narkoba setelah tes urine menunjukkan adanya kandungan amphetamine.

"Hasil operasi semalam menunjukkan ia menggunakan narkoba, tentunya statusnya menjadi tersangka," katanya di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan tes urine terhadap Ria Irawan merupakan rangkaian Operasi Simpatik Narkoba dari Polda Metro Jaya dengan sasaran para pengunjung diskotik atau tempat hiburan malam.

"Operasi semalam merupakan operasi resmi Polda Metro Jaya. Yang positif menggunakan narkoba akan diproses hingga ke pengadilan," kata Firman.

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Carlo B. Tewu menambahkan, kendati positif menggunakan narkoba, Ria Irawan yang bernama asli Chandra Arianti Dewi itu tidak ditahan namun dikenai status wajib lapor.

"Operasi kali ini bersifat simpatik, sehingga yang urinenya positif mengandung narkoba hanya dikenai wajib lapor. Ria Irawan pun hanya dikenai wajib lapor," kata Carlo.

Dikatakannya, wajib lapor itu tidak menggugurkan proses hukum karena kasus itu akan tetap dibawa ke pengadilan dimana saat ini masih disidik lebih lanjut di Polda Metro Jaya.

"Semua yang terjaring positif akan diawasi oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) dengan bantuan lingkungan keluarga bahkan oleh ketua RT setempat," katanya lagi.

Lebih lanjut dikatakannya selama dua pekan pelaksanaan Operasi Simpatik Polda Metro Jaya telah menjaring 221 pengunjung diskotik yang positif menggunakan narkoba termasuk Ria Irawan.

"Yang tujuh orang ditangani Polda Metro Jaya, sedangkan sisanya oleh RS Pamardi Siwi yang khusus menangani ketergantungan narkoba," kata Carlo lagi.

Sebelumnya, Ria Irawan sempat dibawa ke Polda Metro Jaya pada Kamis dinihari sekitar pukul 02.00 WIB saat terjaring Operasi Simpatik di diskotik 'Dragonfly' di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan.

Namun sekitar pukul 08.00 WIB, Ria yang tercatat beralamat di Jalan Anggrek Lestari, Lebak Bulus itu diperbolehkan meninggalkan Polda Metro Jaya dan beraktifitas seperti biasa.

Ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan melalui hubungan per telepon, Ria Irawan mengatakan bahwa ia sempat dibawa ke Polda Metro Jaya setelah tes urine, namun ia tidak mengetahui dirinya telah berstatus tersangka.

Ia mengakui bahwa di urinenya mengandung amphetamine tapi bukan berarti ia mengkonsumsi narkoba.

"Amphetamin kan tidak hanya masuk melalui narkoba tapi juga lewat obat lain," kata perempuan kelahiran 24 Juli 1969 itu.

Lebih lanjut ia mengatakan, ia menyerahkan masalah hukum yang menimpanya tersebut ke Polda Metro Jaya termasuk status wajib lapor yang dikenakan kepadanya.

(*/erl)

Editor:

Erlin


REKOMENDASI
TRENDING