Tiap Pejamkan Mata, Terry Putri Teringat Kenangan Almarhum Mama

Selasa, 21 Februari 2017 07:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Tiap Pejamkan Mata, Terry Putri Teringat Kenangan Almarhum Mama Terry Putri © KapanLagi.com®/Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Awal Februari lalu, sebuah kabar duka datang menghantui artis cantik, Terry Putri. Sang ibunda, Hj Tini Yusrip menghembuskan nafas terakhirnya karena penyakit jantung di RSPAD. Sang almarhum sempat menjalani operasi bypass jantung, namun sayangnya, gagal.

Nah, kabar duka tersebut rupanya benar-benar mempengaruhi psikologi Terry. Bahkan hingga saat ini wanita berusia 37 tahun itu mengaku masih belum sepenuhnya bisa pulih dari perasaan sedih karena ditinggal sang ibunda tercinta.

"Kalau sekarang kegiatan belum terlalu kuat balik lagi ke pekerjaan gitu. Karena seminggu setelah mama wafat belum mengambil pekerjaan sama sekali. Minggu kedua aku ambil, tetapi cukup satu aja ya, karena gampang capek, jiwanya masih belum balik ke trek yang dulu yang semangat gitu. Gampang capek gampang sedih gampang nggak semangat kayak sekarang sudah selesai, satu aja gitu ya aku mau cepet pulang cepet doa," ujar Terry saat dijumpai di kawasan Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (20/2).

Terry Putri di pemakaman sang ibunda © KapanLagi.com®/Agus ApriyantoTerry Putri di pemakaman sang ibunda © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Perasaan sedih yang mendalam Terry berdampak pada porsi tidur. Mantan istri Rully Johan ini mengaku jika dirinya lebih baik tidak tidur, ketimbang harus teringat akan kengangan-kenangan detik terakhir bersama sang almarhum di RS.

"Bukannya nggak move on nggak ikhlas. Ikhlas sih ikhlas, tetapi ternyata begitu ortu meninggal itu rasanya itu setelah 2,3 hari. Pada saat hari pertama kedua riweh nggak bisa mikir matang, pikiran kosong, begitu hari ketiga kembali memory kenangan di rumah sakit dampingi mama itu muncul sampai sekarang dan gampang capek. Sekarang saja belum dapet tidur yang enak. Kalau bisa aku nggak merem, kalau merem muncul bayangan aku jalanin semua, aku anterin mama ke ruang operasi sendiri, di ruang tunggu operasi berdua mama lama, saat dia nggak ada aku di sampingnya. itu nggak gampang, itu diperlihatkan sebagian orang bilang traumatic, nggak gampang melepaskan dari pikiran aku sampai sekarang, masih sulit melepas bayang-bayang," sambungnya.

Sang almarhum sendiri diceritakan sebagai sosok yang sangat sederhana dan tak pernah minta hal-hal aneh semasa hidupnya. Dan sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, beliau cuma menitipkan wasiat agar Terry bisa jadi wanita mandiri dan giat bekerja.

"Mama nggak pernah minta apapun, sampai ada yang nanya orang-orang keinginan mama apa yang belum tercapai. Jangankan pas meninggal, masih hidup saja mamah nggak pernah minta ini-itu, isinya cuma pujian Alhamdulillah anak mama mandiri. Intinya mama ingin kita mandiri mau giat bekerja, nggak pernah ini itu, tetapi bersyukur. Semuanya yang punya ortu nggak akan puas untuk ngebahagian ortu, kurang lebih aku selama ini aku syukurin buat mama. kerasa banget begitu ortu meninggal," pungkas Terry.

(kpl/aal/gtr)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING