Tiket Pementasan Cak Nun Laku Keras
Kapanlagi.com - Tiket untuk pementasan naskah teater berjudul TIKUNGAN IBLIS karya Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) di Gramedia Expo, Surabaya yang disediakan sedikitnya 1.200 lembar kini hampir ludes.
"Laporan yang kami terima untuk kelas ekonomi sudah laku 670 lembar dari yang kami sediakan 700 lembar, sedangkan yang VIP dari 500 tiket tersisa 200," kata panitia pementasan di Surabaya, Rahmat Rudianto di Surabaya, Selasa (18/11).
Ia mengaku kaget, karena tingginya antusiasme masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk menyaksikan tontonan menarik yang didukung Teater Dinasti, komunitas Kiai Kanjeng, BangBang Wetan dan Dewan Kesenian Surabaya (DKS) itu.
"Untuk kelas ekonomi atau yang lesehan kami jual Rp50 ribu sedangkan yang VIP seharga Rp100 ribu. Kemungkinan panitia akan menambah jumlah tiket ekonomi, karena banyak permintaan dari luar Surabaya," katanya menambahkan.
Advertisement
Menurut pengelola Gramedia Expo, Surabaya, tempat lakon itu akan dipentaskan, Rabu, 19 November 2008, gedung tersebut bisa menampung hingga 900 orang. Namun demikian, untuk kenyamanan penonton kapasitas itu tidak akan dimanfaatkan secara penuh.
Lakon yang sebelumnya sudah dipentaskan di Yogyakarta itu bercerita tentang iblis yang selama ini selalu dicap salah oleh manusia. "Padahal sebetulnya menurut lakon ini, iblis itu bukan makhluk yang patut disalahkan oleh manusia. Dia memang makhluk Tuhan yang sudah diseting sedemikian rupa pada posisi yang seperti itu," kata Rahmat.
Menurut cerita itu, kalau manusia selalu menyalahkan iblis setiap melakukan kesalahan, maka hal itu menunjukkan kerendahan dari manusia itu sendiri. Karena itu, sudah sepatutnya manusia berintrospeksi diri.
"Hal kedua yang ingin disampaikan Cak Nun adalah mengenai Indonesia yang saat ini mengalami degradasi dalam berbagai bidang. Pada awal penciptaan negeri kan disimbolkan dengan burung garuda yang memiliki kekuatan dan potensi besar," katanya.
Namun, kondisi Indonesia saat ini bukan lagi burung garuda, melainkan menjadi burung emprit. Karena itu, dalam dialog-dialog di pementasan itu terlihat bahwa manusia, khususnya di Indonesia tidak usah menyalahkan iblis. "Salah manusia Indonesia itu sendiri, karena sudah diberi potensi seperti burung garuda kok sekarang malah menjadi emprit," jelasnya.
Pada pementasan yang didukung komunitas BangBang Wetan dan Dewan Kesenian Surabaya (KDS) itu, lakon Tikungan Iblis disutradarai Fajar Suharno dan Jujuk Prabowo, musik oleh Robiet Santosa dan Kiai Kanjeng.
Aktor pendukungnya adalah, Joko Kamto, Novi Budianto, Tertib Suratno, Jemek Supardi, Eko Winardi, Cithut DH, Seteng, Bambang Susiawan, Untung Basuki dan puluhan aktor muda lainnya. Penata multi media adalah, Ipung Wai Ming dengan didampingi kontributor gagasan dari aktivis LSM Fauzie Ridjal dan Toto Rahardjo.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/boo)
Advertisement
