SELEBRITI

Tuntutan Lebih Berat Dari Pablo Benua dan Rey Utami, Pengacara Galih Ginanjar Sebut BAP Fairuz Tak Sesuai Fakta

Kamis, 26 Maret 2020 20:40

Galih Ginanjar, Rey Utami, Pablo Benua ©KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Sidang kasus ikan asing yang menjerat nama Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami kembali digelar. Pada sidang kali ini, JPU membacakan tuntutan kepada 3 terdakwa kasus ikan asin.

Pada persidangan lanjutan tanggal 23 Maret 2020 lalu, dari BAP Fairuz A Rafiq, JPU menuntut Galih Ginanjar lebih berat daripada Rey dan Pablo, yakni  Tiga Tahun Enam Bulan

Sugiyarto Atmo Widjoyo, kasa hukum Galih Ginanjar mengatakan, jika melihat fakta hukum, dalam video tersebut tak ditemukan Gailh Ginanjar tak pernah menyebutkan apa yang ada di dalam BAP Fairuz A Rafiq.

"Di angka tujuh, disebutkan bahwa si Galih mengatakan gini BAP-nya 'Di mana saat itu Galih Ginanjar Saputra dan Rey Utami mengatakan organ intim bau ikan asin, organ intim berjamur, dikarenakan bau organ intim disendokin atau dikerokin sampai satu sendok penuh cairan keputihan, organ intim keputihan, organ intim bau karena gonta-ganti pasangan' itu di poin tujuh ya. Poin tujuh dan 18 itu sama, dan ini menjadi pokok perkaranya sehingga Galih Ginanjar dilaporkan ke polisi karena pokok perkara ini," kata Sugiayarto Atmo Widjoyo saat dihubungi lewat sambungan telepon, Kamis (26.3).

 

1. BAP Fairuz Mengada-Ada

Lebih lanjut, Sugiyarto menuturkan jika BAP yang dibacakan oleh Fairuz itu mengada-ada. Pasalnya, pada video tak ditemukan Galih Ginanjar mengatakan hal tersebut seperti yang ada di BAP Fairuz. 

"Nah, pada kenyataannya di fakta hukum ketika video itu diputar, tidak ada Galih mengatakan itu. Galih tidak mengatakan itu sehingga saya secara pribadi menganggap bahwa apa yang disampaikan Fairuz sebagai pelapor di dalam BAP-nya itu adalah sesuatu yang mengada-ada. Karena fakta hukumnya di video itu tidak ada. Galih mengatakan itu tidak ada," paparnya. 

2. Hukuman Galih Lebih Berat Dari Pablo dan Rey Utami

Menurut Sugiyarto sendiri, tuntutan Galih Ginanjar yang lebih berat dari Pablo Benua dan Rey Utami masih menimbulkan pertanyaan. Hal ini tak lepas dari peran Galih yang hanya sebagai bintang tamu bukan pemilik kanal dan pengunggah video. 

"Itu yang saya juga mempertanyakan. Pertama bahwa Galih hanya spontanitas di situ dan orang yang diundang di situ, dia bintang tamu, ya kan ini Undang-Undangnya ITE ya, di mana bahasanya 'Barang siapa mendistribusikan, mentransmisikan', gitu kan. Galih kan jauh dari orang yang meng-upload, mendistribusikan, mentransmisikan, jauh dari situ," ujarnya. 


REKOMENDASI
TRENDING