Waldjinah: Generasi Muda Harus Mencontoh Gesang

Sabtu, 18 Februari 2012 17:01 Penulis: Darmadi Sasongko
Waldjinah: Generasi Muda Harus Mencontoh Gesang Waldjinah
Kapanlagi.com - Penghargaan untuk seniman baik yang diberikan pemerintah atau lainnya masih terbatas, terkecuali untuk almarhum komponis dan penyanyi kawakan Gesang Martohartono yang meninggal 20 Mei 2010.

Jasa seorang Gesang sampai kini masih terus dikenang baik di dalam negeri maupun luar negeri, kata pelantun lagu Walang Kekek, Waldjinah di sela menghadiri peresmian Monumen Tirta Gesang di Pemakaman Umum Pracimaloyo, Surakarta, Sabtu (18/02/2012).

"Pak Gesang pencipta lagu Bengawan Solo mendapat dua monumen pertama di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo yang dibangun oleh para pecintanya dari Jepang, namun sekarang kondisinya kurang terawat dan kedua di Pemakaman Umum Pracimaloyo, di mana Gesang dimakamkan yaitu Monumen Tirta Gesang," katanya.

Waldjinah berharap dengan adanya monumen-monumen sebagai tanda penghargaan untuk Gesang ini hendaknya juga dirawat dengan baik dan bisa bermanfaat kepada generasi muda yang ditinggalkan.

"Kami berharap tidak hanya itu saja, tetapi kepada generasi muda harus juga bisa berkarya untuk bangsa ini, seperti apa yang dilakukan para pendahulunya yaitu Gesang yang ciptaan lagu Bengawan Solo dikenang sampai luar negeri," katanya.

General Manager PT Wavin Duta Jaya Putra Wijaya sponsor pembuat Monumen Tirta Gesang, pada kesempatan tersebut mengatakan, sosok Gesang sudah tidak asing lagi, karena tela menjalin silaturahmi dengan almarhum Gesang sejak tahun 1990-an, di mana waktu itu Wavin diizinkan menggunakan kata 'Air Mengalir Sampai Jauh' yang merupakan potongan kalimat dari lagu Bengawan Solo.

"Ya secara tidak langsung perjalanan usaha kami, almarhum Gesang menjadi sumber inspirasi yang mendorong semangat inovatif dan senantiasa berupaya mempersembahkan produk kualitas terbaik," katanya.

Putra Wijaya menjelaskan, bahwa Tirta Gesang akan menjadi program Wavin yang berkelanjutan. Rencana ke depan Tirta Gesang akan dibangun di berbagai daerah di Indonesia dengan semangat dan tema yang sama, mungkin bentuk fisiknya berbeda.

"Apa yang dilakukan Wavin ini, sesungguhnya selaras dengan ideologi dan visi kami meningkatkan kualitas hidup dengan mengaliri setiap sendi kehidupan dan Wavin mengaliri air kepada masyarakat di segala penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Setelah peresmian monumen tersebut Sabtu (18/2) juga akan digelar Konser Tirta Gesang di Pasar Triwindu Solo. Beberapa penyanyi dan orkes keroncong ternama akan tampil memeriahkan konser tersebut yaitu OK Solo Manise, OK Bocah Fajar Indah, OK SMK Negeri 8 Solo, OK Taruna, OK Swastika, OK Bintang Surakarta, OK Endah Laras, OK Mini Orchestra. Penyanyi keroncong kondang Waldjinah juga akan tampil di acara tersebut. 

(antara/dar)


REKOMENDASI
TRENDING