16 Cara Move On dari Mantan yang Sehat dan Terbukti Ampuh Menurut Psikolog
cara move on dari mantan (h)
Kapanlagi.com - Perpisahan memang menyakitkan, tetapi hidup harus terus berjalan. Salah satu kunci cara move on dari mantan adalah berdamai dengan kenangan dan menerima kenyataan, bukan sekadar memaksa diri untuk melupakan.
Proses ini butuh waktu dan tidak bisa diburu-buru. Dengan langkah yang tepat, cara move on dari mantan bisa terasa jauh lebih ringan sekaligus menyehatkan kondisi mental.
Mengacu pada riset yang diulas BBC Science Focus, satu studi bahkan mengidentifikasi 84 hal yang biasa dilakukan orang setelah putus cinta, dan strategi paling umum adalah menyibukkan diri serta memfokuskan perhatian kembali pada diri sendiri. Artinya, kamu tidak sendirian dan selalu ada cara yang bisa ditempuh untuk pulih.
Advertisement
Baca juga: Cara move on dari mantan dengan cepat tanpa perlu cari pengganti lain
1. Cara Move On dari Mantan dengan Menerima dan Mengelola Emosi
Langkah paling mendasar dalam cara move on dari mantan adalah berdamai dengan emosi yang muncul, bukan menekan atau menghindarinya. Kesedihan, marah, dan kecewa adalah bagian wajar dari penyembuhan yang perlu kamu lewati satu per satu.
Terima Kenyataan bahwa Hubungan Sudah Berakhir: Berhentilah berharap kembalinya keadaan seperti dulu. Sadari bahwa closure atau rasa lega itu bukan pemberian mantan, melainkan sesuatu yang kamu bangun sendiri dengan mengakui bahwa hubungan memang telah selesai.
Izinkan Diri untuk Berduka dan Rasakan Emosinya: Jangan berpura-pura kuat atau baik-baik saja. Menangis, merasa kecewa, atau marah adalah hal yang manusiawi, dan penyembuhan sering datang bergelombang, bukan garis lurus, jadi tidak apa-apa bila hari ini terasa lebih berat daripada kemarin.
Berhenti Mengkritik dan Menyalahkan Diri Sendiri: Suara negatif di kepala yang menuduhmu tidak berharga justru menjadi musuh terbesar. Hubungan adalah tanggung jawab dua pihak, sehingga menyalahkan diri sepenuhnya hanya akan memperpanjang rasa sakit.
Tuangkan Perasaan lewat Jurnal atau Tulisan: Menuliskan apa yang kamu rasakan membantu mengenali dan melepaskan beban emosi. Selain menulis jurnal, membaca kata-kata putus cinta yang relate juga bisa mewakili isi hati saat kata-kata terasa sulit diucapkan.
Lakukan Refleksi Hubungan secara Realistis: Jangan hanya mengenang momen manis. Ingat kembali seluruh dinamika hubungan, termasuk konflik dan hal yang menyakitkan, agar kamu memandangnya secara utuh dan tidak terjebak dalam penyesalan.
Sebagaimana diungkapkan The Attachment Project, kita mudah terjebak mengenang mantan lewat "kacamata berwarna mawar" sehingga hanya sisi indahnya yang diingat, sementara alasan yang membuat hubungan berakhir justru terlupakan. Untuk menuntun hati menuju keikhlasan, kamu juga bisa menyimak kata-kata untuk melupakan seseorang atau kata-kata saat susah move on yang penuh makna.
2. Cara Move On dari Mantan lewat Batasan Sehat dan Kebiasaan Baru
Cara move on dari mantan akan jauh lebih efektif ketika kamu berani menata ulang kebiasaan dan menetapkan batasan yang jelas. Memberi jarak dari segala hal yang memicu ingatan tentang si dia membantu otak dan hati pulih lebih cepat.
Terapkan No Contact Rule: Hentikan sementara semua bentuk komunikasi, mulai dari telepon, pesan, hingga menyapa lewat teman bersama. Otak bereaksi terhadap kehilangan pasangan mirip seperti gejala putus zat, sehingga memutus kontak memberi ruang bagi pikiran untuk mengatur ulang dirinya.
Singkirkan Barang Kenangan dan Sembunyikan Kontak: Simpan atau berikan barang pemberian mantan, dan hapus atau sembunyikan nomornya. Kamu tidak perlu memusnahkan barang berharga, cukup letakkan jauh dari pandangan hingga hatimu benar-benar pulih.
Jaga Jarak Digital dan Stop Stalking: Berhenti memantau media sosial mantan karena hanya akan memicu emosi yang menghambat pemulihan. Daripada menyusun kata-kata sindiran buat mantan, lebih baik alihkan energi tersebut untuk hal yang membangun dirimu.
Cari Kesibukan dan Hobi Baru: Isi waktu kosong dengan kegiatan positif seperti olahraga, komunitas, atau keterampilan baru. Kamu bisa menemani hari-hari dengan lagu untuk melupakan mantan atau menonton drama Korea untuk menemani proses move on agar suasana hati lebih hangat.
Terapkan Gaya Hidup Sehat: Jaga pola makan, cukup tidur, dan olahraga rutin karena putus cinta bisa mengganggu ritme biologis tubuh. Aktivitas fisik membantu melepaskan hormon yang memperbaiki suasana hati sekaligus meredakan overthinking yang kerap muncul di malam hari.
Berdasarkan laporan Forbes, dukungan sosial berperan sebagai mekanisme koping yang adaptif saat menghadapi putus cinta, dan aturan tanpa kontak sebaiknya tidak dipatok pada rumus kaku seperti rencana 30, 60, atau 90 hari. Durasi yang tepat adalah durasi yang benar-benar dibutuhkan oleh kondisi emosimu sendiri.
3. Cara Move On dari Mantan dengan Fokus Membangun Diri Sendiri
Setelah emosi mereda dan batasan terbentuk, arahkan energi untuk membangun kembali diri sebagai cara move on dari mantan yang paling berkelanjutan. Perpisahan bisa menjadi titik awal untuk mengenal dan menghargai dirimu jauh lebih dalam.
Belajar Mencintai Diri Sendiri: Perlakukan dirimu seperti kamu ingin diperlakukan orang lain, mulai dari merawat penampilan hingga memenuhi kebutuhan emosional. Kamu berhak bahagia tanpa harus bergantung pada kehadiran orang lain.
Latih Mindfulness dan Self-Distancing: Sadari perasaan yang muncul tanpa menghakiminya, lalu coba lihat kisahmu dari sudut pandang pihak ketiga. Teknik memandang masalah seolah dari luar ini secara ilmiah membantu meredam emosi negatif dan memberi pencerahan baru.
Maafkan Mantan dan Diri Sendiri: Menyimpan dendam ibarat meminum racun sambil berharap orang lain yang sakit. Melepaskan amarah dan memaafkan kesalahan, baik milik mantan maupun milikmu, adalah tanda penyembuhan yang sesungguhnya.
Bangun Support System dan Berbagi Cerita: Dekatkan diri dengan keluarga dan sahabat yang memberi energi positif. Menceritakan perasaanmu membuatmu merasa tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit ini.
Rencanakan Tujuan dan Masa Depan Baru: Alihkan fokus dari masa lalu ke mimpi yang sempat tertunda, seperti bepergian, belajar hal baru, atau mengejar target karier. Membuka hati untuk kenalan baru juga boleh, asalkan tidak terburu-buru menjadikannya pelarian.
Konsultasi ke Psikolog Bila Diperlukan: Jika kesedihan berlarut hingga mengganggu tidur, nafsu makan, atau muncul rasa putus asa yang berkepanjangan, jangan ragu meminta bantuan profesional. Menemui psikolog bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian menyayangi diri.
Jennifer Seiter, pendiri Ex Boyfriend Recovery, dikutip dari Elite Daily menyatakan, "Ada filosofi bernama 'mengencani diri sendiri', yaitu pola pikir yang tepat bagi siapa pun yang ingin move on dari mantannya." Untuk memperkuat proses ini, kamu bisa mengeksplorasi cara mencintai diri sendiri, membaca rekomendasi buku self love, hingga menyerap semangat dari kata-kata bijak move on, kata-kata move on terbaik, maupun tips move on dari Buya Yahya.
4. Penyebab Susah Move On dari Mantan yang Perlu Kamu Pahami
Sebelum sepenuhnya pulih, penting memahami akar masalah yang membuat sebagian orang terjebak dalam bayang-bayang masa lalu. Dengan mengenali penyebabnya, kamu bisa menemukan cara paling tepat untuk mengatasinya.
Dilansir dari Psychology Today, salah satu hal yang justru memperpanjang rasa sakit adalah buru-buru kembali kepada mantan padahal keduanya memang tidak cocok sejak awal, sehingga memberi diri waktu untuk sendiri menjadi sangat penting. Berikut beberapa penyebab umum yang membuat seseorang sulit melangkah maju.
Terus Menyalahkan Diri Sendiri: Merasa menjadi satu-satunya penyebab kegagalan hubungan membuat seseorang sibuk memperbaiki diri demi menyelamatkan sesuatu yang sudah usai, sehingga sulit melepaskan masa lalu.
Tidak Mendapatkan Closure: Ketika hubungan diakhiri sepihak, muncul pertanyaan "kenapa" dan "seandainya" yang tak berjawab, dan ketidakpastian inilah yang membuat proses melupakan terasa berat.
Ikatan Emosional yang Terlalu Kuat: Semakin dekat hubungan, semakin besar pula pengaruhnya pada pikiran dan emosi, sehingga perpisahan bisa mengganggu pola tidur, nafsu makan, hingga suasana hati.
Rasa Kesepian yang Mendalam: Kehilangan sosok yang biasa memperhatikan membuat seseorang merasa hampa dan terus terbayang kehadiran mantan.
Terburu Menyibukkan Diri Tanpa Berduka: Memaksakan diri sibuk agar cepat lupa justru menghilangkan waktu untuk memproses kehilangan, sehingga rasa sakit bisa muncul kembali kapan saja.
Terlalu Mengidealkan Kenangan Manis: Hanya mengingat momen indah membuat hubungan terasa terlalu sempurna untuk dilepaskan, padahal kenyataannya tidak selalu demikian.
Ketergantungan Emosional seperti Kecanduan: Rasa rindu yang datang tiba-tiba bisa berubah menjadi obsesi, terutama jika kamu meyakini tak ada orang lain yang bisa memahamimu selain dia.
Perlu diperhatikan, sulit move on juga bisa berakar dari hubungan yang tidak sehat. Kenali lebih jauh arti toxic relationship beserta tanda bahaya (black flag) dalam hubungan, dan bila kamu masih merasa relate, kata-kata gamon bisa menjadi cerminan perasaan sekaligus pengingat untuk bangkit.
Pada akhirnya, move on bukan berarti melupakan atau berpura-pura semuanya tidak pernah terjadi, melainkan berdamai dengan masa lalu dan memberi ruang untuk bertumbuh. Beri dirimu waktu, rayakan setiap kemajuan kecil, dan percayalah bahwa kamu layak atas kebahagiaan serta hubungan yang lebih sehat. Jika butuh teman di masa penyembuhan, kamu bisa membaca kata-kata move on paling menyentuh, menonton drama untuk self healing, atau sekadar terhibur dengan kata-kata move on lucu.
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Move On dari Mantan
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk move on dari mantan?
Tidak ada patokan waktu yang pasti karena setiap orang berbeda, tergantung durasi dan intensitas hubungan sebelumnya. Sebuah studi psikologi menyebut kebanyakan orang mulai merasa lebih baik sekitar 11 minggu setelah putus, meski pemulihan menyeluruh bisa memakan waktu berbulan-bulan hingga lebih lama. Yang terpenting, beri dirimu waktu tanpa memaksakan prosesnya.
Kenapa masih susah move on padahal sudah lama putus?
Sulit move on umumnya disebabkan ikatan emosional yang kuat, rasa kesepian, tidak adanya closure, atau kebiasaan mengidealkan kenangan manis. Otak juga bereaksi terhadap kehilangan pasangan mirip seperti gejala kecanduan, sehingga wajar bila rasa rindu datang tiba-tiba. Kondisi ini normal dan bisa membaik dengan langkah yang tepat serta kesabaran.
Apakah harus no contact untuk bisa move on dari mantan?
Memutus atau membatasi kontak sangat disarankan karena membantu otak berhenti mengharapkan interaksi dan mempercepat pemulihan. Jika kontak penuh tidak memungkinkan, misalnya karena satu lingkungan kerja atau sekolah, minimalkan interaksi dan hindari memantau media sosialnya. Tujuannya bukan membuat mantan penasaran, melainkan menyembuhkan dirimu sendiri.
Daftar Referensi
- BBC Science Focus. How to tell if you're truly over your ex, according to a psychologist. Diakses pada 28 Juli 2026, dari https://www.sciencefocus.com/qanda/how-to-get-over-your-ex
- Forbes. A Psychologist Weighs In On The Post-Breakup No-Contact Rule. Diakses pada 28 Juli 2026, dari https://www.forbes.com/sites/traversmark/2024/01/26/a-psychologist-weighs-in-on-the-post-breakup-no-contact-rule/
- Psychology Today. How and How Not to Get Over a Breakup. Diakses pada 28 Juli 2026, dari https://www.psychologytoday.com/us/blog/a-funny-bone-to-pick/202402/how-and-how-not-to-get-over-a-breakup
- The Attachment Project. No Contact Rule After Breakup: 5 Signs It's Working. Diakses pada 28 Juli 2026, dari https://www.attachmentproject.com/psychology/no-contact-rule/
- Elite Daily. 5 Psychologists Reveal How To Get Over Your Ex In 30 Days Or Less. Diakses pada 28 Juli 2026, dari https://www.elitedaily.com/dating/psychologist-get-over-ex-30-days/1622853
(kpl/kiy)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Indonesia Potret Coach Selfi Yamma Bak Putri Kerajaan di MV 'Sampaikan Rindu'
-
Ulang Tahun Selebritis Lesti Kejora Ulang Tahun ke-27, Dirayakan Bareng Suami & Sahabat
