Cara Membuat Adonan Pizza Rumahan yang Empuk, Lembut, dan Anti Gagal

Cara Membuat Adonan Pizza Rumahan yang Empuk, Lembut, dan Anti Gagal
cara membuat adonan pizza (h)

Kapanlagi.com - Setiap pizza yang lezat selalu dimulai dari adonan yang sempurna, baik itu bertekstur tipis dan renyah maupun tebal dan empuk. Cara membuat adonan pizza di rumah sebenarnya cukup sederhana karena hanya membutuhkan bahan-bahan dasar yang mudah ditemukan di dapur.

Kunci utama dalam cara membuat adonan pizza terletak pada keseimbangan antara pemilihan bahan, teknik pengulenan, dan kesabaran saat proses fermentasi. Memahami dan menguasai ilmu fermentasi dalam pembuatan pizza merupakan hal yang sangat menentukan karena proses ini secara signifikan meningkatkan rasa dan tekstur adonan.

Dilansir dari A Couple Cooks, rahasia pizza rumahan yang sempurna hanyalah lima bahan dasar dan sedikit kesabaran, hasil dari pengujian selama lebih dari 10 tahun termasuk mewawancarai chef pizzeria dan mencicipi pizza autentik langsung di Italia. Tony Gemignani, juara dunia pizza 13 kali, dikutip dari Haute Living menyatakan, "Adonan yang hebat itu esensial, dan menggunakan starter yang baik dalam adonan juga sama pentingnya."

1. 1. Cara Membuat Adonan Pizza Klasik dengan Oven

1. Cara Membuat Adonan Pizza Klasik dengan Oven (c) Ilustrasi AI

(c)Ilustrasi AIBagi pemula yang ingin mencoba membuat pizza di rumah, metode klasik dengan oven adalah cara membuat adonan pizza yang paling umum dan mudah dipraktikkan. Resep adonan pizza dasar ini menghasilkan kulit yang empuk dan kenyal dengan kerenyahan yang sempurna, cocok untuk dijadikan panduan bagi siapa saja yang baru pertama kali membuat pizza dari nol. Anda hanya perlu menyiapkan enam bahan utama dan mengikuti langkah-langkah berikut secara berurutan.

  1. Siapkan bahan-bahan dasar: Anda membutuhkan 500 gram tepung terigu protein tinggi, 7 gram ragi instan, 320 ml air hangat (sekitar 40-43°C), 2 sendok makan minyak zaitun extra virgin, 1 sendok teh garam, dan 1 sendok makan gula pasir. Penting untuk menggunakan air hangat dan bukan air panas karena suhu yang terlalu tinggi akan membunuh ragi sehingga adonan tidak bisa mengembang.

  2. Aktifkan ragi terlebih dahulu: Campurkan air hangat, gula pasir, dan ragi instan dalam mangkuk, lalu biarkan selama sekitar 5 menit hingga campuran menjadi berbusa dan berbuih. Proses ini disebut proofing dan berfungsi memastikan ragi masih aktif sebelum dicampurkan ke adonan. Jika ragi tidak berbusa, kemungkinan ragi sudah kedaluwarsa dan perlu diganti.

  3. Campurkan bahan kering: Di mangkuk terpisah atau wadah stand mixer, masukkan tepung terigu dan garam. Buat cekungan di bagian tengah tepung untuk menuangkan cairan ragi nantinya. Anda juga bisa menambahkan sedikit bubuk bawang putih atau Italian seasoning ke dalam tepung untuk menambah cita rasa adonan.

  4. Gabungkan semua bahan: Tuangkan campuran ragi yang sudah berbusa dan minyak zaitun ke dalam cekungan tepung. Aduk menggunakan sendok kayu atau spatula silikon hingga adonan mulai menyatu membentuk gumpalan kasar. Jangan khawatir jika adonan masih terlihat berantakan pada tahap ini.

  5. Uleni adonan hingga kalis: Pindahkan adonan ke permukaan yang ditaburi sedikit tepung, lalu uleni dengan menekan adonan menggunakan pangkal telapak tangan ke depan, melipat, dan memutar selama beberapa menit hingga adonan terasa sedikit lengket namun tidak menempel di tangan. Lakukan selama 8-10 menit hingga adonan menjadi halus dan elastis. Jika adonan terlalu lengket, taburkan tepung sedikit demi sedikit.

  6. Fermentasi pertama: Olesi mangkuk besar dengan minyak, masukkan adonan dan balik agar seluruh permukaannya terlapisi minyak, lalu tutup dengan aluminium foil, plastik wrap, atau kain bersih dan diamkan pada suhu ruang selama 60-90 menit hingga mengembang dua kali lipat. Letakkan mangkuk di tempat yang hangat untuk mempercepat proses.

  7. Kempiskan dan bentuk adonan: Setelah mengembang, tekan adonan perlahan untuk mengeluarkan gelembung udara. Bagi adonan menjadi dua bagian sama rata. Bulatkan masing-masing dan istirahatkan selama 5-10 menit sebelum dibentuk menjadi kulit pizza.

  8. Pipihkan menjadi lingkaran: Regangkan adonan menggunakan tangan alih-alih menggilas dengan rolling pin, karena menggilas akan menghilangkan kantong-kantong udara yang membentuk gelembung renyah pada kulit pizza. Bentuk adonan menjadi lingkaran berdiameter sekitar 30 cm dengan ketebalan 1/2 cm. Letakkan di atas loyang yang sudah ditaburi cornmeal atau diolesi minyak zaitun.

  9. Panggang pada suhu tinggi: Panaskan oven pada suhu 230-250°C selama minimal 15 menit sebelum memasukkan pizza. Olesi permukaan adonan dengan sedikit minyak zaitun sebelum menambahkan saus dan keju mozzarella. Panggang selama 13-15 menit atau hingga kulit pizza berwarna kecokelatan.

Mengacu pada Sally's Baking Addiction, resep adonan pizza ini sudah menjadi favorit banyak orang sejak pertama kali dipublikasikan pada 2013 dan bahkan masuk dalam buku terlaris New York Times. Adonan yang sama juga bisa digunakan untuk membuat breadsticks, stromboli, atau garlic knots.

Baca juga: Resep Roti Bakar Lezat yang Mudah Dibuat di Rumah

2. 2. Cara Membuat Adonan Pizza Tanpa Mixer secara Manual

2. Cara Membuat Adonan Pizza Tanpa Mixer secara Manual (c) Ilustrasi AI

Tidak memiliki stand mixer bukan halangan untuk mempraktikkan cara membuat adonan pizza di rumah. Teknik menguleni dengan tangan justru memberikan umpan balik sensorik yang tidak bisa ditandingi oleh mesin karena jari-jari Anda bisa mendeteksi kapan pembentukan gluten sudah tepat. Berikut langkah-langkah lengkapnya yang bisa langsung Anda praktikkan.

  1. Siapkan bahan yang sama: Gunakan komposisi bahan yang identik dengan resep klasik, yaitu tepung terigu, ragi instan, air hangat, gula, minyak zaitun, dan garam. Pastikan semua bahan sudah diukur dengan tepat sebelum memulai proses pencampuran.

  2. Proof ragi dalam mangkuk kecil: Larutkan gula dan ragi dalam air hangat, aduk perlahan, lalu diamkan selama 5-10 menit hingga permukaan larutan tampak berbuih. Reaksi berbusa ini menandakan ragi aktif dan siap mengembangkan adonan Anda.

  3. Campurkan bahan kering di mangkuk besar: Masukkan tepung terigu dan garam, aduk rata. Buat cekungan di tengah dan tuangkan larutan ragi yang sudah berbusa beserta minyak zaitun. Gunakan sendok kayu atau spatula untuk mengaduk hingga adonan mulai menggumpal.

  4. Uleni di atas permukaan meja: Taburkan sedikit tepung di atas meja atau talenan besar. Keluarkan adonan dan mulai menguleni dengan teknik menekan menggunakan pangkal telapak tangan ke depan, lalu lipat adonan ke arah Anda, putar 90 derajat, dan ulangi. Lakukan gerakan ini secara konsisten selama 10-12 menit.

  5. Lakukan windowpane test: Jika Anda tidak memiliki stand mixer, Anda tetap bisa menguleni adonan ini dengan tangan. Setelah menguleni, ambil sepotongan kecil adonan seukuran bola golf dan regangkan perlahan dengan kedua tangan. Jika adonan bisa diregangkan sangat tipis hingga cahaya tembus tanpa robek, artinya gluten sudah terbentuk sempurna dan adonan siap difermentasi.

  6. Fermentasi dalam mangkuk berminyak: Bulatkan adonan, masukkan ke mangkuk yang diolesi minyak zaitun, dan tutup rapat. Diamkan hingga adonan mengembang dua kali lipat, sekitar 1 jam, dan letakkan di tempat yang hangat seperti meja dapur yang terkena sinar matahari untuk hasil terbaik.

  7. Uji kesiapan dengan poke test: Jika adonan membuat cekungan saat ditekan dengan jari dan tidak langsung kembali ke bentuk semula, artinya adonan sudah siap dibentuk. Teknik sederhana ini sangat berguna bagi pemula untuk mengetahui waktu yang tepat.

  8. Bentuk dan lanjutkan ke proses pemanggangan: Kempiskan adonan, bagi sesuai kebutuhan, lalu regangkan dengan tangan menjadi bentuk bulat atau oval. Beri topping favorit Anda dan panggang di oven yang sudah dipanaskan terlebih dahulu.

Tony Gemignani, pemilik Tony's Pizza Napoletana dan penulis buku The Pizza Bible, dikutip dari Pizza Today menyatakan, "Saya biasanya mengajarkan bahwa adonan adalah organisme hidup dan tidak ada satu resep emas yang cocok untuk semua orang." Hal ini karena perbedaan kualitas air, iklim, jenis tepung, serta tingkat kelembaban di setiap lokasi akan memengaruhi bagaimana adonan berkembang.

Baca juga: Teknik Menguleni Adonan Bakso yang Kenyal di Rumah

3. 3. Cara Membuat Adonan Pizza dengan Teknik Fermentasi Dingin

3. Cara Membuat Adonan Pizza dengan Teknik Fermentasi Dingin (c) Ilustrasi AI

Teknik fermentasi dingin (cold fermentation) adalah metode yang membutuhkan kesabaran karena adonan harus diistirahatkan di dalam kulkas selama 24-72 jam, tetapi hasilnya menghasilkan cita rasa kompleks yang mustahil dicapai dengan resep cepat. Banyak pizzaiolo profesional di seluruh dunia menjadikan teknik ini sebagai standar dalam cara membuat adonan pizza terbaik mereka. Berikut panduan lengkapnya.

  1. Gunakan ragi dalam jumlah minimal: Kesalahan pemula yang umum adalah menggunakan ragi terlalu banyak, padahal pizzaiolo profesional hanya menggunakan sekitar 0,2% dari berat tepung untuk fermentasi semalam sehingga menghasilkan rasa yang lebih dalam tanpa aroma ragi yang berlebihan. Untuk 500 gram tepung, gunakan hanya sekitar 1 gram ragi instan.

  2. Campurkan bahan dengan air bersuhu ruang atau dingin: Berbeda dengan metode klasik, teknik fermentasi dingin tidak memerlukan air hangat. Campurkan tepung terigu protein tinggi dan ragi terlebih dahulu, lalu tambahkan air secara bertahap. Masukkan 10 gram garam dan 10 ml minyak zaitun di tahap akhir pencampuran.

  3. Uleni selama 10-15 menit: Pastikan adonan benar-benar halus dan elastis. Dengan jumlah ragi yang sangat sedikit, proses fermentasi akan berjalan jauh lebih lambat sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang lebih kaya dibandingkan metode cepat.

  4. Bagi dan bulatkan adonan: Potong adonan sesuai porsi yang diinginkan, bulatkan dengan rapat, dan olesi tipis seluruh permukaannya menggunakan minyak zaitun agar tidak mengering selama penyimpanan.

  5. Simpan di kulkas selama 24-72 jam: Masukkan bola adonan ke dalam wadah kedap udara atau kantong plastik yang ditutup rapat karena fermentasi lambat akan menghasilkan hasil yang lebih baik dan waktu ideal yang direkomendasikan adalah minimal 24 jam dengan titik optimal pada 72 jam penuh.

  6. Keluarkan 1-2 jam sebelum digunakan: Adonan yang baru keluar dari kulkas akan terasa kaku dan sulit diregangkan. Biarkan kembali ke suhu ruang terlebih dahulu agar adonan menjadi lentur dan mudah dibentuk tanpa robek.

  7. Regangkan dengan tangan dan panggang pada suhu sangat tinggi: Gunakan jari-jari dan kepalan tangan untuk meregangkan adonan secara perlahan dari bagian tengah ke luar. Panggang pada suhu tinggi sekitar 260°C (500°F) menggunakan rak tengah oven karena suhu ini sempurna untuk membuat kulit pizza panas dan renyah tanpa membakar topping.

Sebagaimana disampaikan Baking Steel, rahasia di balik keseimbangan kulit pizza yang renyah di luar namun lembut dan berongga di dalam terletak pada ilmu fermentasi, dan dengan memahami serta menguasai proses fermentasi adonan pizza, Anda bisa mengubah pizza buatan rumah menjadi sajian berkelas restoran.

Baca juga: Cara Buat Roti Pisang yang Lembut dan Empuk

4. Tips Penting agar Adonan Pizza Rumahan Sempurna

Tips Penting agar Adonan Pizza Rumahan Sempurna (c) Ilustrasi AI

Menguasai cara membuat adonan pizza saja tidak cukup tanpa memahami detail-detail kecil yang membedakan hasil biasa dengan hasil luar biasa. Lingkungan tempat Anda membuat adonan memainkan peran penting dalam hasil setiap batch, mulai dari panas, kelembaban, dingin, ketinggian, hingga kualitas air yang semuanya akan memengaruhi proses pembuatan adonan. Berikut kumpulan tips yang dihimpun dari berbagai sumber para ahli pizza internasional.

  • Pilih jenis tepung yang sesuai: Tepung 00 (doppio zero) asal Italia menghasilkan tekstur kenyal namun renyah yang sempurna untuk pizza autentik karena kandungan proteinnya memengaruhi cara adonan meregang dan matang saat dipanggang. Tepung protein tinggi (bread flour) juga bagus untuk hasil yang lebih kenyal, sedangkan all-purpose flour tetap bisa menghasilkan pizza yang enak. Tony Gemignani, dikutip dari Haute Living menyarankan, "Carilah tepung yang tinggi gluten dan tinggi protein, dan untuk adonan yang lebih ringan, buat sehari sebelumnya."

  • Perhatikan suhu air dengan cermat: Air suam-suam kuku membangunkan ragi secara lembut tanpa mengejutkannya, idealnya pada suhu 35-40°C atau terasa hangat saat disentuh namun tidak panas. Air yang terlalu panas (di atas 55°C) akan membunuh sel-sel ragi, sedangkan air terlalu dingin membuat adonan lambat mengembang. Gunakan termometer dapur untuk akurasi.

  • Jangan berlebihan menambahkan tepung saat menguleni: Adonan pizza yang baik memang sedikit lengket. Menambahkan tepung secara berlebihan akan menghasilkan kulit pizza yang keras dan kering. Jika adonan terlalu lengket, taburkan hanya 1 sendok teh tepung setiap kali.

  • Regangkan adonan, jangan gilas: Para ahli merekomendasikan untuk meregangkan adonan alih-alih menggilasnya karena menggilas akan menghilangkan kantong-kantong udara yang membentuk gelembung renyah pada kulit pizza. Gunakan kedua kepalan tangan yang sudah ditaburi tepung untuk meregangkan dari bagian bawah adonan.

  • Olesi minyak zaitun sebelum memberi topping: Menambahkan lapisan tipis minyak zaitun di atas permukaan adonan sebelum menuangkan saus akan mencegah kulit pizza menjadi lembek akibat kelembaban saus. Langkah sederhana ini sangat berpengaruh pada kerenyahan hasil akhir.

  • Jangan memberi topping berlebihan: Hindari menambahkan saus terlalu banyak dan pastikan saus memiliki rasa yang kuat agar bisa dioleskan tipis saja, serta iris bahan topping dengan tipis dan jangan berlebihan jumlahnya. Pizza yang diberi topping terlalu banyak akan sulit matang merata dan kulit bagian tengah cenderung basah.

  • Panaskan oven dan pizza stone lebih awal: Jika menggunakan pizza stone, letakkan di dalam oven dan biarkan ikut memanas, idealnya selama minimal 10 menit pada suhu 260°C (500°F) sebelum memanggang pizza. Panas yang merata dari batu pizza akan membuat bagian bawah kulit menjadi renyah sempurna.

  • Gunakan cornmeal atau semolina sebagai alas: Menaburkan cornmeal pada permukaan kerja atau loyang merupakan cara terbaik untuk mencegah adonan lengket. Selain mencegah lengket, cornmeal juga menambahkan sedikit tekstur renyah dan rasa pada bagian bawah kulit pizza, persis seperti yang biasa Anda rasakan pada pizza dari restoran.

  • Bekukan adonan untuk penggunaan mendatang: Adonan pizza bisa dibekukan dengan cara membentuknya menjadi bola, membungkus rapat dengan plastik wrap, lalu memasukkannya ke dalam kantong plastik bersegel, dan bisa disimpan di freezer hingga 3 bulan. Saat akan digunakan, pindahkan ke kulkas semalaman untuk mencair perlahan, lalu keluarkan 1 jam sebelum dibentuk.

  • Biarkan adonan beristirahat jika menyusut: Saat membentuk pizza, jika adonan terus menyusut kembali dan sulit diregangkan, tutup dengan kain bersih dan biarkan selama 5-10 menit. Gluten yang tegang akan mengendur dan adonan menjadi lebih mudah dibentuk setelah istirahat.

Cara terbaik untuk mendapatkan adonan pizza yang penuh rasa adalah memberikan waktu yang cukup untuk fermentasi dan pembentukan gluten karena semakin lama adonan difermentasi, semakin kaya rasa yang dihasilkan. Jika Anda sedang terburu-buru, menambahkan sedikit herba kering seperti oregano atau basil ke dalam adonan bisa menjadi alternatif penambah rasa yang praktis.

Baca juga: Resep Korean Garlic Bread yang Bisa Dibuat di Rumah

Baca juga: Cara Menyimpan Pizza di Kulkas agar Tetap Segar

Baca juga: Inspirasi Resep Masakan Sehari-hari ala Rumahan

Baca juga: Resep Pancake Jepang Fluffy yang Mudah Dibuat

Baca juga: Menu Masakan Rumahan Gampang dan Bergizi Seimbang

Baca juga: Cara Memasak Tempe Orek Lezat untuk Keluarga

Baca juga: Resep Olahan Ayam Jepang yang Simpel dan Praktis

Baca juga: Cara Memasak Semur yang Lezat dan Praktis

Baca juga: Resep Makanan Korea Berkuah Halal untuk Vegetarian

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Memasak Pindang Segar

Baca juga: Cara Menggunakan Susu Evaporasi untuk Masakan Lebih Lezat

Baca juga: Panduan Mengolah Tepung Tradisional untuk Aneka Adonan Kue

Baca juga: Drama Korea Tentang Chef yang Wajib Ditonton

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Adonan Pizza

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Adonan Pizza (c) Ilustrasi AI

Berapa lama waktu ideal untuk memfermentasi adonan pizza?

Waktu fermentasi adonan pizza bergantung pada metode yang digunakan. Untuk fermentasi di suhu ruang, adonan umumnya membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam hingga mengembang dua kali lipat. Jika menggunakan metode fermentasi dingin di dalam kulkas, waktu yang direkomendasikan adalah minimal 24 jam dengan titik optimal pada 72 jam penuh untuk menghasilkan cita rasa yang lebih kompleks. Suhu ruangan dan jumlah ragi yang digunakan juga akan memengaruhi kecepatan fermentasi.

Bisakah adonan pizza dibuat tanpa ragi?

Adonan pizza bisa dibuat tanpa ragi dengan menggunakan baking powder sebagai pengganti. Metode ini cocok untuk Anda yang ingin membuat pizza secara cepat tanpa menunggu proses fermentasi. Hasilnya memang tidak akan sekenyal dan seberongga adonan beragi, tetapi teksturnya tetap bisa empuk dan layak dinikmati, terutama jika dimasak menggunakan teflon atau oven dengan suhu tinggi.

Bagaimana cara menyimpan adonan pizza agar tahan lama?

Adonan pizza yang sudah difermentasi bisa dibekukan dengan cara membungkus bola adonan rapat-rapat menggunakan plastik wrap, lalu memasukkannya ke dalam kantong plastik bersegel dan menyimpannya di freezer hingga 3 bulan. Saat hendak digunakan, pindahkan adonan ke rak bawah kulkas semalaman agar mencair perlahan, kemudian keluarkan dan diamkan di suhu ruang selama 30-60 menit sebelum dibentuk dan dipanggang.

Daftar Referensi

  1. A Couple Cooks. The Best Pizza Dough Recipe. Diakses pada 19 Juni 2026, dari https://www.acouplecooks.com/pizza-dough-recipe/
  2. Sally's Baking Addiction. Homemade Pizza Dough for Beginners. Diakses pada 19 Juni 2026, dari https://sallysbakingaddiction.com/homemade-pizza-crust-recipe/
  3. Baking Steel. Expert Tips for Perfect Homemade Pizza Dough. Diakses pada 19 Juni 2026, dari https://bakingsteel.com/blogs/recipes/expert-tips-for-perfect-homemade-pizza-dough
  4. Pizza Today. Pizza Dough Teaching Moment from Pizza Dough Experts. Diakses pada 19 Juni 2026, dari https://pizzatoday.com/news/pizza-dough-teaching-moment-from-pizza-dough-experts/617741
  5. Haute Living. Tony Gemignani's Dos And Don'ts To Making The Perfect Cheese Pizza. Diakses pada 19 Juni 2026, dari https://hauteliving.com/2017/09/tony-gemignanis-cheese-pizza-tips/642574/

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending