Anak Masih Tampil Tomboy, Umi Pipik: Semua Butuh Proses

Sabtu, 12 Agustus 2017 07:15 Penulis: Rahmi Safitri
Anak Masih Tampil Tomboy, Umi Pipik: Semua Butuh Proses Umi Pipik © Istimewa

Kapanlagi.com - Sejak bulan April lalu, Pipik Dian Irawati, mantap untuk memakai cadar di segala aktivitasnya. Akhirnya dengan niat bismillah, wanita yang biasa disapa Umi Pipik ini menyatakan hijrah dan meninggalkan dunia entertainment. Meskipun keputusannya itu sempat membawa beberapa konsekuensi.

Memang keputusannya berhijab dipermudah karena syuting film dan kontrak iklan sudah selesai semua. Sebulan sesudah bercadar, Umi Pipik mengaku dakwahnya sempat di-cancel karena takut dia membawa sebuah aliran. Saat Ramadan pun dia batal tampil di televisi. Tapi semuda itu dinikmatinya saja.

"Pertama saya pakai cadar ada kajian di Bandung. Saya bilang sama panitia di mimbar, saya pakai cadar. Panitianya, 'Gimana ya, Umi?'. Ya sudah lihat saja deh, hati saya masih bimbang. Tapi begitu saya masuk bismillah pakai cadar, bingung ibu-ibunya. Saya pikir kalau mereka nggak mau, saya pulang. Begitu ngobrol, mereka bilang 'Buka dong, Umi', terus saya bilang ngaji di sini karena Allah atau karena saya? Kalau karena Allah, mau saya ditutup, mau saya ngumpet di belakang tembok, kita cuma dikasih telinga buat dengerin. Mau siapapun yang dengar tapi yang disampaikan adalah ayat Allah, terima. Nggak usah lihat bagaimana orangnya. Akhirnya mereka menerima, sampai akhir nggak dibuka (cadarnya). Saya bersyukur inilah hidayah. Saat orang mau menerima keadaan saya," kata Umi Pipik saat ditemui di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (10/8).

Umi Pipik dan putranya Abidzar © IstimewaUmi Pipik dan putranya Abidzar © Istimewa

Meski sudah mantap berhijab, Umi Pipik tidak terlalu memaksa putri pertamanya (Adiba) untuk ikutan. Menurutnya semua butuh proses, apalagi Adiba sangat tomboy yang suka pakai celana jeans, bahkan dipakai hijab syar'i saja masih susah. Kata Umi, kalau sudah jalan dengan Adiba mereka terlihat jomplang banget

"Saya juga dulu seperti itu kan? Apalagi dulu saya nggak mengenal baju begini. Boro-boro pakai cadar. Jilbab saja saya nggak kenal. Tapi ya akhirnya kalau Allah sudah kasih hidayah terus pelan-pelan tahu ilmunya, punya rasa malu, berproses menuju ke situ. Paling saya sindir-sindir dikit, 'Kakak jangan pakai begitu dong'. 'Ih umi mah (katanya)'. Kalau pakai gamis umrah saja kemarin," cerita istri mendiang Ustaz Jefri Al Buchori (Uje) ini.

Sedangkan untuk putranya yang beranjak dewasa, Abidzar, menurutnya banyak menuruni sifat almarhum Uje. Hanya saja namanya anak muda masih banyak maunya. Abidzar yang sudah hafal 3 juz Alquran selalu diminta umi-nya untuk terus belajar, tapi sang putra memilih untuk tidak di pesantren dan sekolah di SMA swasta.

"Umi nggak bangga loh kalau kalian hanya sukses di dunianya. Tapi harus juga akhiratnya. Setidaknya jangan jadi ustaz lah, berat. Tapi bagaimana kamu hafal quran lebih banyak lagi. 'Nanti lah, Umi. Abi juga dulu kayak gitu nakal dulu katanya. Semuanya dicobain. Main sinetron, joged, nyanyi lah, main film baru dakwah'. Saya bilang, 'Ya buruknya jangan diikutin. Ikuti yang baiknya'. Jadi ada saja jawabannya. Tapi dia ini sih lebih banyak ngikutin, akhlaknya, humble, ramah, dermawan hampir sama dengan abinya," pungkas Umi Pipik.

(kpl/rhm/pit)

Editor:

Rahmi Safitri


REKOMENDASI
TRENDING