Bersikeras Ingin Bertemu Anak, Ini Pengakuan Mengejutkan Five Vi

Kamis, 27 April 2017 04:19 Penulis: Rahmi Safitri
Bersikeras Ingin Bertemu Anak, Ini Pengakuan Mengejutkan Five Vi Five Vi © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Kisruh rumah tangga artis cantik Five Vi kembali menyeruak ke permukaan dan menyita perhatian publik. Pasalnya wanita yang kerap tampil seksi itu berkeras mewujudkan niatnya bertemu sang anak yang sudah terpisah selama 13 tahun. Tak hanya itu saja, kepada awak media Five Vi membuka luka lama dengan pengakuan mengejutkan atas tindakan kekerasan sang mantan suami padanya.

"Waktu itu anakku masih 5 bulan dan masih menyusui, ditarik paksa karena gak mau cerai. Sejak ambil paksa aku merasa itu perbuatam yang sadis bagi saya. Saya bulat tekad mau cerai. 5 bulan kemudian saya dijebak lewat telfon, ada syuting buat film pas saya datang disekap, diseret naik mobil sampai pagi. Saya diculik, disekap dalam kontrakan," ujar Five Vi saat ditemui usai acara Rumpi di Studio Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (18/4).

"Proses perceraian bergulir panjang karena Iwan gak mau cerai dan ngulur waktu. Dari 2003 ikrar, cerai 2005. Kasus anak sampai 2008. Saat itu mengalami 3 persidangan, perceraian, perebutan anak, penganiayaan. Saya kecewa karena hampir kehilangan nyawa, saya dipukuli, KDRT, ekonomi dan seksual hanya dijatuhi hukuman percobaan. Sampai sekarang bebas berlenggang di sana," imbuhnya.

Five Vi dulu alami penculikan dan tindak kekerasan oleh mantan suami © KapanLagi.com®/Budy SantosoFive Vi dulu alami penculikan dan tindak kekerasan oleh mantan suami © KapanLagi.com®/Budy Santoso


Tak sedikit yang menilai jika perjuangan Five Vi ingin bertemu sang anak hanya sekadar sensasi belaka. Wanita 37 tahun itu menepis anggapan tersebut dengan kembali menceritakan kisah pahitnya dulu demi bertemu sang buah hati.

"Aku waktu itu bertahun-tahun masih ingin ketemu anak. Saya berusaha terus. Cuma dalam perjalanan bertahun-tahun buat dapat anak, saya juga dimanfaatin oleh beberapa oknum, sehingga saya merasa ini saatnya saya .... Saya merasa belum ada titik temu dan hak-hak perempuan masa itu gak didukung, banyak kekecewaan dalam diri saya. Saya mencoba untuk move on sih. Tapi saya trauma berkepanjangan," tuturnya.

"Iya kalau ketemu anak saya gak bisa ngontact dulu lewat telpon atau sms itu gak bisa. Apalagi telpon komunikasi dengan anak tidak diperbolehkan keluarga Iwan dan Iwan sendri.  Kalau saya beruntung saya ketemu anak, kalo gak beruntung, saya pulang dengan tangan hampa," pungkasnya.

(kpl/pur/mhr)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING