Datangi Polres Jakut, Pelapor Ingin Penjarakan Master Limbad

Selasa, 13 Oktober 2015 17:15 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Datangi Polres Jakut, Pelapor Ingin Penjarakan Master Limbad Limbad/©KapanLagi.com®/Bayu Herdianto
Kapanlagi.com - Kecewa dengan penanganan kasus yang bertele-tele, korban pencurian yang melibatkan nama Master Limbad, Husein Ibrahim datangi Polres Metro Jakarta Utara. Kedatangan Ibrahim yang didampingi oleh kuasa hukumnya, Suhendra Asido Hitabarat itu untuk menanyakan langsung soal status hukum Master Limbad.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dua orang wanita yang pada malam kejadian ada bersama Limbad, Ivon dan Linda sudah ditahan. Sementara, status Limbad sendiri masih sebagai saksi terlapor.

"Yang jadi pertanyaan kami, kenapa justru saudara Limbad dibiarkan saja. Ini yang kami minta supaya ada upaya dari Polres agar tidak tebang pilih. Padahal mereka masuk dan turun bersama-sama ke apartemen. Jadi tidak perlu ada pertanyaan lagi keterlibatan yang bersangkutan," ujar Ibrahim di Polres Jakarta Pusat, Selasa (13/10), bersemangat.

Pelapor minta Limbad segera dijebloskan ke dalam jeruji besi/©KapanLagi.com®Pelapor minta Limbad segera dijebloskan ke dalam jeruji besi/©KapanLagi.com®

Sebagai orang yang dirugikan atas tindakan dugaan pencurian mobil itu, Ibrahim berharap pihak kepolisian tidak pilah pilih dalam menetapkan status tersangka terhadap Limbad. "Harapan kami penerapan hukum jangan tebang pilih. Kami minta kepada Kapolres untuk menangkap saudara Limbad," pungkasnya.

Hal ini bermula dari tudingan pelapor kepada Limbad akhir September lalu. Limbad dituduh mencuri mobil Honda Jazz di kawasan Apartemen French Walk Tower Lourdes Garden, Jakarta Utara. Dirinya mengaku jika hanya menemani koleganya saja, Linda, untuk menyelesaikan masalah utang piutang di apartemen tersebut. 

"Itu benar klien kami, tapi terkait tuduhan itu tidak benar. Master diminta ibu Linda, kerabat untuk menemani ke sana (Apartemen French Walk Tower). Master belum tahu tujuannya (diajak ke sana). Sesampainya di sana, Ibu Linda sudah sampai di apartemen. Master bertanya, 'Ada apa di sini?', katanya terkait utang-piutang. Karena orang yang dicari tidak ada, Master turun dan pulang. Belakangan ada pengakuan dari Ibrahim, mobilnya dibawa lari. Itu tidak benar dan fitnah," papar Zakir, kuasa hukum Limbad saat dijumpai di Tebet, Jakarta Selatan, akhir September lalu. Semoga kasus ini segera menemui titik temu, deh.

(kpl/hen/tch)


REKOMENDASI
TRENDING