SELEBRITI

Ditunjuk Jadi Akting Coach, Roy Marten Merasa Belum Profesional

Minggu, 30 Agustus 2020 06:38 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini

Roy Marten © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Aktor senior Roy Marten baru saja didapuk menjadi pengajar akting di PT. Nayma Kreasi Nusantara. Mengingat nama besarnya dikenal oleh publik, bintang film Pretty Boys ini mengaku sangat mendukung hal ini.

Saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8) pria berusia 68 tahun ini mengaku dimintai untuk membagikan ilmu aktingnya. Ia pun setuju untuk ikut terlibat meski jadwalnya padat.

"Mereka berencana membuka sekolah akting dan mereka minta saya jadi salah satu pengajarnya, cuma saya bilang tadi, waktu saya kan sangat padat," ungkap Roy Marten.

"Saya dukung jadi kemungkinan saya datang satu bulan sekali atau kapan aja saya sempat saya lakukan," lanjutnya.


1. Pengajar Tidak Tetap

Meski mengiyakan permintaan tersebut, Roy Marten meminta agar menjadi pengajar tidak tetap. Pasalnya, dirinya merasa tak memiliki ilmu akting yang lebih akademis.

"Tapi jangan jadi pengajar tetap tapi pengajar tamu lah. Sebaiknya mereka merekrut tenaga-tenaga muda, dosen-dosen atau pengajar-pengajar yang punya pengalaman akademi karena saya gak punya pengalaman akademis, jadi supaya biar lebih profesional," ujarnya.


2. Senang

Selain itu, Roy Marten mengaku juga sangat senang karena Nayma Kreasi Nusantara telah menjadi wadah bagi para aktor atau aktris muda Indonesia yang berbakat. Dia menegaskan pencarian talenta muda di industri film sangat penting.

"Saya selalu gembira ketika ada anak-anak muda membikin sebuah usaha untuk sekolah akting. Ini perlu karena begitu banyak anak-anak muda kepingin belajar akting tapi nggak tahu tempatnya di mana. Ini salah satu sebuah jalan keluar anak-anak muda yang mau ke dunia sinetron, dunia film atau dunia akting lainnya mereka bisa melalui sekolahan ini," tuturnya.

"Tetapi sekali lagi saya ingatkan waktu saya tidak banyak jadi sebaiknya saya datang satu atau dua bulan sekali, pengajar tamu aja. Yang kedua sekali lagi saya tidak punya pengalaman akademis jadi sebaiknya mereka merekrut tenaga-tenaga pengajar yang lebih sistematis dan lebih akademis," tutupnya.

(kpl/irf/phi)

Reporter: Irfan Kafril


REKOMENDASI
TRENDING