SELEBRITI

Info di Medsos Simpang Siur, Kak Seto: Bahaya buat Anak-Anak

Zaki Mursidan Baldan  |  Rabu, 14 Juni 2017 15:41

Info di Medsos Simpang Siur, Kak Seto: Bahaya buat Anak-Anak

Kapanlagi.com - Internet menjadi sebuah hal yang sulit dilepaskan dari kehidupan banyak orang. Ranah online emang memungkinkan siapa saja buat mendapatkan segala sesuatu dengan cepat. Sayangnya, nggak semua orang punya kecermatan dalam memilih mana-mana berita yang benar atau masih perlu dikonfirmasi kebenarannya.

Nggak mengherankan kalau akhir-akhir ini sering banget terdengar kampanye anti hoax disuarakan di berbagai media. Tujuannya jelas, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah kabar yang diterima. Mesti disadari, berita yang simpang siur bakal membawa beragam dapat dampak negatif pada masyarakat dari berbagai kalangan usia. Bahkan, anak-anak pun nggak luput dari bahaya arus informasi yang simpang siur tersebut. Mengenai hal ini, psikolog senior tanah air, Seto Mulyadi, turut angkat bicara.

Dalam sebuah kesempatan wawancara, pria kelahiran 28 Agustus 1951 itu menjelaskan jika berita yang simpang siur dapat memunculkan dampak negatif pada anak. Mereka bakal mengalami kebingungan dan dampaknya memuncullah berbagai reaksi negatif.

İkapanlagiİkapanlagi

“Anak-anak jadi ikut-ikutan. Tanpa sadar anak-anak diajarkan atau belajar untuk bisa memutarbalikkan fakta karena berita-berita yang nggak jelas tadi,” terang psikolog berusia 65 tahun tersebut.

Ini membawa pengaruh besar buat perkembangan anak-anak. Di masa mendatang, mereka jadi kesulitan menemukan karakter. Ketika ditanya mengenai langkah yang dapat ditempuh untuk menanggulangi permasalahan tersebut, Kak Seto memberikan solusi yang sebenarnya amat mudah diterapkan.

Beberapa waktu lalu, Kak Seto terpilih untuk mewakili Universitas Gunadarma di pertemuan psikolog se-Asia.

"Kebetulan kira kira dua bulan lalu saya mewakili Gunadarma di pertemuan psikolog se-Asia, jadi ada perwakilan dari lima Negara, Kanada, Jepang, Perancis, Australia, Indonesia. Indonesia diwakili Gunadarma," cerita psikolog yang dulu terkenal dengan Si Komo-nya itu.

Kemudian, sekitar dua atau tiga hari yang lalu Kak Seto juga menghadiri pertemuan komunitas psikologi di Gedung Juang ’45. Dalam acara tersebut, didapat kesimpulan kalau kepedulian terhadap cara mendidik anak mesti ditingkatkan. Calon pemimpin bangsa nggak boleh diperlakukan menggunakan kekerasan. Mereka harus tumbuh dari lingkungan yang peduli dan saling mengingatkan.

"Dimulai dari keluarga, RT / RW, perlu ada semacam pelatihan, saling mengingatkan, saling peduli, tidak ada cara mendidik yang berbau kekerasan yang dampaknya anak lari ke media sosial," papar Kak Seto.

Lalu yang nggak kalah penting juga, orang tua harus dekat dengan buah hati, supaya mereka nggak kesepian dan lari ke media sosial. So, budayakan lebih cermat lagi dalam memilah berita dari medsos ya, KLovers!          

(kpl/zki)

Rekomendasi Pilihan





Lihat Arsip Selebriti

- - -