Melanie Subono Prihatin Perbudakan di Indonesia

Jum'at, 21 November 2014 15:45 Penulis: Ratih Adiwardhani
Melanie Subono Prihatin Perbudakan di Indonesia Melanie Subono ©KapanLagi.com®/Busan
Kapanlagi.com - Bagi seniman Melanie Subono, perbudakan di Indonesia bukanlah hal yang baru. Ia sudah menaruh perhatian pada hal ini sejak 8 tahun lalu. Sejak ia dinobatkan oleh Migrant Care dan Walk Free menjadi Duta Anti Perbudakan di awal 2014 lalu, perjuangan Melanie makin terbuka jalannya.

"Gue uda bertahun-tahun berkecimpung di sini. Data tahun 2013 4 orang buruh migran kita meninggal perhari, dikalikan 365 hari lo kalikan selama 10 tahun uda berapa. Ada ratusan pekerja kita di Malaysia ditembak mati polisi Diraja Malaysia tanpa alasan. Dan sampai ini proses hukumnya tidak diproses," jelas Melanie Subono saat ditemui di peluncuran Migrant Care dan Walk Free di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (18/11).

Selain di Malaysia, Melanie juga menemukan kasus perbudakan di NTT. Di sana ia baru saja menggrebek gudang yang berisi anak-anak yang akan dijadikan PSK, dihamili, lalu bayinya dijual. Ada juga sebagian anak-anak yang sakit dan tidak tahu bahwa ada bagian organ tubuh mereka yang dijual dan mereka kemudian dibuang begitu saja di pinggir jalan.

Melanie Subono ©KapanLagi.com®/BusanMelanie Subono ©KapanLagi.com®/Busan

Penelusuran Melanie kemudian menemukan fakta yang lebih mengejutkan, yaitu pihak mafia yang terlibat dalam perbudakan ini ternyata juga merupakan mafia yang membuat hukum tentang hal tersebut. Karena itu bersama Migrant care dan Walk Free, Melanie berharap dapat membuka wawasan mengenai perbudakan dan buruh migran kepada seluruh warga Indonesia.

"Harus ada kerja sama semua pihak, gue berusaha dari anak mudanya, mereka dari segi advokatnya. Tapi kita juga perlu tangan-tangan lain seperti media dan pemerintah. Kalo dari segi data tidak mengecil, tapi dari sisi sosialisasi terbilang berhasil," ungkap Melanie.

"Jadi kalo pas gue ada tur di sebuah daerah gue justru menawarkan diri lewat Migrant Care atau Walk Free untuk jadi pembicara. Karena kalo lagi bentrok dengan jadwal gue yang lain, gue gak bisa, kadang gue minta untuk diubah jadwalnya karena gue pengen banget datang," tambahnya.

Menyadari aksinya akan membuat banyak pihak yang tidak menyukainya, Melanie merasa santai dan tidak takut. "Gue takut sama Tuhan, gue takut sama keluarga gue, gue lebih takut saat gue liat orang salah trus gue diamin," tegas Melanie

(kpl/hen/rth)


REKOMENDASI
TRENDING