Sinopsis Sinetron 'INSYA ALLAH SURGA' Episode 01, Tayang Kamis 23 April 2020

Sinetron Insya Allah Surga (credit: SCTV)

Kapanlagi.com - Cerita dari Sinetron INSYA ALLAH SURGA tayang hari ini. 

“Pada pemakaman al. H. Ridwan, Ucok, Karyo dan Tatang kebingungan dan baru tahu kalau mereka adalah saudara tiri tapi berbeda ibu saat melayat ke makam ayahnya itu. Lebih parah lagi datang Shinta yang memberi tahu kalau ada warisan untuk anak alm H. Ridwan yang sudah disiapkan tapi dengan syarat anak alm H.Ridwan harus bisa memecahkan sebuah teka-teki”

Terlihat suasana pemakaman HAJI RIDWAN. Ustadz ALI KOHAR sedang memimpin doa. Doa selesai, Pak KADES SOBIRIN mempersilahkan perwakilan keluarga, yakni istri atau anak almarhum untuk menyampaikan kata sambutan. KLANTING dan KARYO maju, berbarengan dengan EUIS dan TATANG yang juga maju.

Semua bingung, kok ada dua istri??..

Tapi Klanting dan Euis sama-sama mengaku sebagai istri sah Haji Ridwan. Karyo juga ngotot-ngototan sama Tatang, bahwa dirinya lah anak kandung Haji Ridwan.

Wew, Haji Ridwan punya dua istri, bisik-bisik para pelayat.

Tiba-tiba datang BULAN bersama UCOK. Semua pelayat makin bingung melihat Bulan nangis-nangis di pusara. Bulan minta maaf datang telat karna perjalanan jauh dari Medan.

Ternyata Bulan juga mengaku istri sah Haji Ridwan, dan Ucok adalah anaknya!..

Bulan, Klanting dan Euis berdebat sengit, ngotot mengaku dirinya lah istri sah, yang lain mungkin istri siri. Pak KADES minta mereka tunjukin buku nikah. Yang ada Pak KADES Malah disemprot Bulan, Klanting dan Euis. ‘’Mana kepikiran bawa buku nikah ke makam?!..’’

Ucok, Karyo dan Tatang juga nggak kalah ribut, bahkan hampir gontok-gontokan. Ustadz Ali dan Pak KADES kewalahan melerai mereka, apalagi pelayat bukannya misahin malah pada ngomporin.

Datang seorang wanita cantik, SHINTA. Semua heboh, mengira Shinta istri ke-4 Haji Ridwan. Tapi Shinta mengatakan bahwa dia adalah Notaris yang ditunjuk almarhum Haji Ridwan untuk memberi tahu wasiat kepada tiga istri sah dan tiga anaknya. Semua tercengang, ternyata memang benar kalau Haji Ridwan punya tiga istri sah.

Di rumah almarhum Haji Ridwan yang luas, Shinta membacakan harta yang ditinggalkan Haji Ridwan. Mulai dari rumah, tanah, deposito dan emas batangan. Ketiga istri dan anak-anak almarhum mupeng semua, harap-harap cemas menebak mereka dapat bagian apa.

Tapi tidak semudah itu, ada syarat dan teka-teki yang harus dijalani Ucok, Karyo dan Tatang. MEREKA HARUS TINGGAL DI SATU RUMAH, dan KEJAR AKHIRAT TAPI JANGAN LUPAKAN DUNIA.

Kalau cuma disuruh tinggal satu rumah, Ucok, Karyo dan Tatang sih nggak masalah, tapi mereka nggak paham arti Kejar Akhirat Tapi Jangan Lupakan Dunia. Para emak kasih semangat pada anaknya masing-masing, mereka harus bisa pecahkan teka-teki itu demi warisan!...

Bulan, Klanting dan Euis ajak anak masing-masing menemui Ustadz Ali, pasti Pak Ustadz paham soal dunia-akhirat, pikir mereka. Mereka rebutan tanya, Ustadz Ali jadi riweh dikeroyok orang enam. Tiba-tiba azan Zuhur berkumandang dari Masjid. Ustadz Ali ajakin mereka semua berjama’ah dulu. Tapi Bulan, Klanting, Euis dan anak-anaknya malah pada pamit, mereka mau cari jawaban teka-teki ini dulu, ini lebih penting! kata mereka kompak. Ustadz Ali mengelus dada, ternyata warisan bikin orang keblinger, Astagfirullah..

Nggak dapat apa-apa dari Ustadz Ali, Bulan, Klanting dan Euis mengajak anak-anak mereka menemui Pak KADES, mungkin Pak KADES tahu maksud teka-teki itu, kan Pak KADES udah lama kenal almarhum.

Pak KADES riweh juga diberondong pertanyaan sama orang enam. Boro-boro ngerti artinya, wong ilmu agama Pak KADES juga masih cetek. Tiba-tiba SALWA datang, wajahnya sedih hampir nangis. Salwa bilang ke Bapaknya, kalau dia baru ditalak 3 oleh suaminya.

Seketika Ucok, Karyo dan Tatang mendadak gagal fokus ke Salwa. Malahan Karyo nawarin bahunya untuk bersandar jika Salwa memerlukan. Kontan emak-emak mereka jadi gemas sama sikap anak-anaknya. Urusin warisan dulu, kalau sudah cair cewek model apapun juga pada ngejar! Semprot Klanting ke Karyo.

Akhirnya para emak dan para anak balik lagi menemui Shinta. Shinta saranin, agar Ucok, Karyo dan Tatang tinggal serumah dulu sambil berusaha pecahin teka-teki itu. Semua setuju, tapi baik Bulan, Klanting dan Euis memutuskan untuk tinggal serumah juga dengan anak-anak mereka, UNTUK KASIH DUKUNGAN SEMANGAT, kata mereka. Sebelum pamit, Shinta mengingatkan satu lagi pesan almarhum, yaitu: Ucok, Karyo dan Tatang itu adalah saudara satu ayah, jadi meski bersaing, mereka harus tetap menjaga tali persaudaraan. Tapi baru saja Shinta pergi 10 langkah, si Ucok, Karyo dan Tatang langsung ngacir dulu-duluan ke rumah yang akan mereka tempati. Para emak juga nggak mau kalah, ikut lari dulu-duluan sampai, udah mirip lomba marathon.

Di rumah besar yang letaknya di sebelah Masjid itu, ada 4 kamar. Para emak-emak berebut untuk bisa menempati kamar yang paling besar. Mereka sama-sama ngotot, tapi akhirnya sepakat untuk mengundi. Yang dapat kamar besar adalah Bulan, kamar tengah Klanting, dan Euis dapat kamar belakang. Sisa satu kamar kecil, yang mau nggak mau akan ditempati Ucok, Karyo dan Tatang.

(kpl/sctv/nda)

Rekomendasi

Trending