in partnership with Indosiar
 
DANGDUT

Tampil di Kampus, Elsa Safira Jadi Ingin Kuliah Lagi

Rabu, 04 Desember 2019 11:07 Penulis: Dhimas Nugraha

Elsa Safira ©KapanLagi.com/Darmadi Sasongko

Kapanlagi.com - Pedangdut Elsa Safira didaulat sebagai bintang tamu dalam Dies Natalis Fekultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) Malang. Kesempatan menyanyi di kampus membuatnya menjadi teringat masa kuliah, hingga membuatnya ingin kuliah lagi.

"Ini seperti bernostalgia, seperti kuliah lagi. Sebenarnya sih pingin tapi masih repot sama menyanyinya," kata Elsa Safira di Universitas Brawijaya Malang, Minggu (4/11).

Elsa lulusan Ekonomi Managemen di Universitas Nusantara PGRI Kediri lulusan 2015. Saat itu berkuliah di sambil terus meniti karir di dunia dangdut.

"Kalau mulai nyanyinya sejak Sekolah Dasar (SD) tahun 2001sekarang sekarang nyanyi-nyanyi di panggung dari acara kampus, pernikahan dan macam-macam lah," kata penyanyi asal Kota Tahu Kediri ini.

 

 

1. Pernah Ikut Ajang Dangdut di Indosiar

Elsa yang lahir 1 Mei 1994 itu sebenarnya sejak awal belajar vokal di jalur musik pop, tetapi rejeki menuntutnya menyanyi lagu-lagu dangdut setiap acara panggung. Ia pun diajak bergabung bersama New Palapa Monata dan Adella.

Nama Elsa Syafira menjadi semakin dikenal setelah mengikut ajang adu bakat Stardut Tahun 2007 di Indosiar Saat itu Elsa yang masih SMP harus mengikuti karantina di Jakarta dan menyiapkan penampilan setiap pekan.

"Sekarang punya single baru Pacaran Karo Aku, Rabi Karo Wong Liyo. Kisahnya tentang pacaran yang sudah lama tetapi giliran menikah dengan orang lain. Lagu itu diciptakan seorang teman dan saya dimandatkan untuk menyanyikan lagu itu," jelasnya.

2. Lagunya Memenuhi Selera Pasar

Lagunya itu memang memenuhi selera pasar yang saat ini sedang musim lagu-lagu ambyar. Begitu pun saat tampil di panggung, Elsa mengaku kerap diminta lagu-lagu galau dan menyayat hati.

"Anak muda sekarang sukanya yang ambyar, yang seperti punya Om Didi Kempot," tegasnya.

Namun musim sendiri ambyar dinilai Elsa Safira sebagai sesuatu yang positif. Bahasa daerah atau Bahasa Jawa menjadi banyak digunakan dan dikenal lebih luas lagi.

"Ini sekaligus mencintai budaya Jawa Timur, lagu Didi Kempot itu kan semua bahasa Jawa. Lagi mencintai bahasa Jawa, yang biasa senang bicara pakai bahasa Indonesia memakai bahasa Jawa. Jadi lebih mencintai bahasa daerah sendiri," jelasnya.

3. Dekat Dengan Penggemar

Karir terus ditempuh Elsa Safira dengan dukungan penuh keluarga. Dunia panggung telah ditekuni dan menjadi mata pencarian dalam keluarganya.

Selama berkarir Elsa mengaku dekat dengan penggemar (fans) dan tidak pernah memiliki masalah, termasuk di media sosial. Karena para penggemar yang membuat namanya besar dan karyanya dikenal dan dihargai.

"Alhamdulillah nggak ada komen negatif yang berlebihan, kalau satu atau dua langsung dihempaskan saja, langsung diblok. Kalau komen negatif biasanya kita balas positif saja, baru kemudian," katanya tertawa lepas.

(kpl/dar/dim)

Editor: Dhimas Nugraha


REKOMENDASI
TRENDING