Cara Menanam Daun Bawang Menggunakan Gelas Bekas, Hemat dan Anti Gagal untuk Pemula
cara menanam daun bawang menggunakan gelas bekas (h)
Kapanlagi.com - Cara menanam daun bawang menggunakan gelas bekas hanya membutuhkan bonggol berakar, air bersih, dan satu gelas plastik yang biasanya dibuang. Sisakan pangkal putih beserta akar sepanjang 3-5 cm seusai memasak, lalu rendam bagian akarnya di dalam gelas.
Letakkan gelas di dekat jendela yang terkena cahaya matahari, kemudian ganti airnya secara berkala. Dalam hitungan hari tunas hijau mulai bermunculan, sehingga cara menanam daun bawang menggunakan gelas bekas cocok dipraktikkan pemula sekalipun.
Dilansir dari Food Network, menumbuhkan kembali sisa daun bawang di dalam air termasuk salah satu trik tanpa limbah paling mudah, cukup meletakkan bagian putihnya di gelas berisi air dekat jendela sampai tunas hijau muncul tanpa perlu tanah, dan bonggolnya akan melahirkan tunas baru dalam waktu sekitar satu minggu. Prinsip ini sama dengan teknik menanam daun bawang dari sisa dapur yang kerap dilakukan di rumah untuk menekan pengeluaran bumbu.
Advertisement
1. Cara Menanam Daun Bawang Menggunakan Gelas Bekas dengan Media Air
Metode air menjadi pilihan tercepat dan paling murah. Cara menanam daun bawang menggunakan gelas bekas dengan media air hanya membutuhkan gelas bening, air bersih, dan pangkal berakar dari sisa memasak, serupa prinsip menanam daun bawang dari batang yang mengandalkan segelas air sebagai pengganti tanah.
Merujuk Gardening Know How, daun bawang biasanya dijual dengan sisa akar pendek yang masih menempel pada bonggolnya sehingga sangat mudah ditumbuhkan kembali, dan bila dibiarkan, tanaman di dalam air akan tumbuh lagi hingga seukuran saat pertama kali dibeli.
Pilih bonggol berakar yang sehat: Gunakan daun bawang dengan pangkal putih padat serta akar yang masih utuh dan berwarna cerah. Akar yang tebal dan rimbun mempercepat munculnya tunas baru karena akar inilah pusat pertumbuhan tanaman.
Sisakan pangkal 3-5 cm: Setelah bagian hijau dipakai memasak, potong dan sisakan pangkal putih beserta akar sepanjang 3-5 cm. Jangan memotong terlalu mepet ke akar supaya tunas tetap memiliki cadangan energi untuk tumbuh.
Siapkan gelas bekas yang bening: Cuci bersih gelas plastik bekas air mineral, kopi susu, atau sejenisnya, lalu pastikan dindingnya tembus pandang. Wadah bening membantu cahaya masuk sehingga proses fotosintesis berjalan lancar, dan bentuk gelas yang sempit juga menahan batang agar berdiri tegak.
Isi air secukupnya: Tuang air bersih hingga hanya menutup bagian akar, kira-kira 2-3 cm, dan biarkan pangkal batang tetap berada di atas permukaan. Merendam seluruh batang justru memicu pembusukan, jadi cukup akarnya yang terendam.
Letakkan di tempat terang: Simpan gelas di ambang jendela atau area yang memperoleh sinar matahari. Sara Rubens, pelatih kebun bersertifikat dan pendiri Seed to Sanctuary, dikutip dari Martha Stewart menyatakan, "Lalu letakkan di ambang jendela yang terkena sinar matahari, dan daun bawang pun akan terus tumbuh."
Ganti air setiap 1-2 hari: Buang air lama dan isi dengan air segar setiap satu sampai dua hari agar tidak berlendir dan berbau. Sebaiknya pakai air bersuhu ruang yang sudah didiamkan agar kandungan kaporitnya menguap, karena air berklorin dapat menghambat pertumbuhan akar.
Panen tunas secara bertahap: Setelah tunas hijau memanjang dalam beberapa hari sampai sekitar seminggu, gunting sesuai kebutuhan dapur dan biarkan bonggolnya terus memproduksi daun. Sisakan selalu akar dan sebagian batang di dalam gelas supaya siklus pertumbuhan tidak terputus.
Baca juga: panduan menanam daun bawang dari batang sisa dapur agar cepat tumbuh dan tidak busuk
2. Cara Menanam Daun Bawang di Gelas Bekas dengan Media Tanah
Bila menginginkan rumpun yang lebih tebal dan tahan lama, media tanah adalah jawabannya. Cara menanam daun bawang menggunakan gelas bekas berisi tanah pada dasarnya sama dengan metode air, hanya saja akar langsung ditanam pada media agar memperoleh lebih banyak nutrisi, mirip teknik menanam di botol bekas maupun di pot, polybag, atau botol bekas.
Mengutip MasterClass, menumbuhkan daun bawang di segelas air memang menghasilkan panen baru dengan cepat, tetapi bonggolnya umumnya hanya efektif untuk sekitar lima kali panen, sedangkan menanam di tanah memberi pasokan yang jauh lebih besar dan nyaris tak terbatas. Lindsey Chastain, seorang homesteader sekaligus pendiri blog The Waddle and Cluck, dikutip dari Homes & Gardens menyatakan, "Anda bisa menanam daun bawang di wadah kecil apa pun yang kedalamannya minimal sekitar sepuluh sentimeter; pot kecil, gelas, atau bahkan kotak tanam di ambang jendela pun bisa dipakai."
Lubangi dasar gelas bekas: Buat beberapa lubang kecil di bagian bawah gelas memakai paku panas atau gunting. Lubang drainase ini mencegah air menggenang di dasar wadah yang bisa membuat akar membusuk.
Racik media tanam gembur: Campur tanah, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan sekitar 2:1:1 agar media subur sekaligus berpori. Jika tidak ada sekam bakar, cocopeat atau pasir halus bisa menjadi pengganti untuk menjaga aerasi.
Isi gelas dan jemur media: Masukkan media hingga sekitar tiga perempat tinggi gelas supaya tersisa ruang untuk penyiraman. Menjemur media satu sampai dua hari sebelum dipakai membantu mengurangi jamur, bakteri, dan telur hama yang mungkin masih tersisa.
Tanam pangkal berakar: Buat lubang sedalam 3-5 cm, masukkan bonggol dengan posisi akar menghadap ke bawah, lalu tutup hingga akar tertimbun sempurna. Menanam lebih dalam pada bagian putih akan memperpanjang batang putih yang teksturnya lebih lembut.
Padatkan lalu siram: Tekan perlahan tanah di sekeliling pangkal agar tanaman berdiri tegak, kemudian siram sampai lembap tanpa becek. Kelembapan yang stabil, bukan genangan, adalah kunci agar akar cepat beradaptasi.
Tempatkan di bawah sinar matahari: Letakkan gelas di area yang menerima cahaya minimal 4-6 jam per hari, misalnya teras atau tepi jendela. Saat kemarau terik, beri naungan ringan agar daun tidak cepat layu.
Beri pupuk setelah tumbuh: Begitu daun baru bermunculan, tambahkan pupuk organik cair encer setiap satu hingga dua minggu untuk mendorong daun yang lebih tebal. Sebagai sayuran berdaun, daun bawang menyukai asupan nitrogen yang teratur.
Baca juga: cara menanam bawang putih di polybag untuk pemula
3. Cara Merawat dan Memanen Daun Bawang di Gelas Bekas agar Tumbuh Berulang
Tahap perawatan menentukan apakah tanaman bisa dipanen berkali-kali. Bagian penting dari cara menanam daun bawang menggunakan gelas bekas adalah menjaga kebersihan air, mengatur cahaya, dan memanen dengan benar supaya rumpun tetap produktif dan bisa dipotong berkali-kali tanpa mencabut pangkalnya.
Jaga kebersihan air atau kelembapan media: Untuk metode air, ganti air setiap dua hari dan bersihkan dinding gelas yang mulai berlumut. Untuk media tanah, siram secukupnya agar lembap merata dan hindari genangan yang memicu busuk akar.
Kupas lapisan yang berlendir: Seiring waktu, selaput terluar bonggol kadang menjadi licin dan berlendir, terutama pada metode air. Kelupas perlahan lapisan tersebut agar tidak membusuk tanpa melukai tunas yang sedang tumbuh.
Pangkas akar yang terlalu panjang: Jika akar memanjang dan menggumpal di dasar gelas, gunting hingga tersisa sekitar 2-3 cm. Langkah sederhana ini menjaga air tetap bersih dan akar tetap aktif menyerap.
Cukupi kebutuhan cahaya: Idealnya daun bawang menerima 6-8 jam cahaya agar tumbuh cepat dan tidak kurus memanjang. Bila ruangan minim cahaya, tanaman tetap tumbuh meski lebih lambat, dan lampu tanam bisa dipakai sebagai pengganti sinar matahari.
Panen dengan gunting, bukan dicabut: Potong daun dari bagian atas sesuai kebutuhan dan biarkan bonggol tetap di tempatnya. Jennifer Cassels, presiden The Blissful Place, dikutip dari The Kitchn menyarankan, "Saat memanen, sisakan sekitar satu inci atau 2,5 sentimeter batang daun bawang di atas permukaan tanah agar bisa tumbuh kembali dalam beberapa siklus."
Pindahkan ke tanah setelah beberapa siklus: Berdasarkan America's Test Kitchen, satu batang daun bawang umumnya dapat ditumbuhkan ulang sekitar dua kali di dalam gelas air sebelum sebaiknya diganti bonggol baru atau dipindah ke media tanah. Jennifer Cassels, dikutip dari The Kitchn, menambahkan, "Perlu diingat bahwa daun bawang cenderung menjadi semakin tipis setiap kali ditumbuhkan ulang berkali-kali."
Baca juga: cara menyimpan daun bawang agar awet di kulkas dan tanpa kulkas
Agar panen tidak terbuang, hasil daun bawang yang melimpah bisa diperlakukan sama seperti sayuran berbatang lain, bahkan sisa bonggolnya selalu dapat ditanam ulang. Untuk nutrisi tambahan, siraman ringan dari pupuk organik dari bahan dapur membantu daun tumbuh lebih subur, terutama pada media tanah.
4. Kesalahan yang Sering Membuat Daun Bawang di Gelas Bekas Gagal Tumbuh
Banyak orang gagal bukan karena metodenya rumit, melainkan karena satu dua kebiasaan keliru yang sebenarnya mudah dihindari. Memahami titik-titik rawan berikut membuat cara menanam daun bawang menggunakan gelas bekas jauh lebih tahan gagal, baik saat menanam di rumah dari batang maupun biji hingga saat membudidayakan bawang daun dalam jumlah lebih banyak.
Sebagaimana dilaporkan Epic Gardening, menumbuhkan daun bawang di air hanya bersifat sementara karena akarnya tidak memperoleh nutrisi maupun oksigen yang cukup untuk bertahan dalam jangka panjang, sehingga media tanah lebih mampu menyediakan hara yang dibutuhkan tanaman.
Merendam seluruh batang: Membenamkan bonggol terlalu dalam membuat bagian putih cepat busuk dan air berbau. Cukup rendam akar dan sisakan sebagian batang di atas permukaan air.
Jarang mengganti air: Air yang dibiarkan keruh menjadi sarang bakteri sehingga akar berlendir dan pertumbuhan terhenti. Ganti air setiap satu sampai dua hari agar tetap segar.
Memakai air berklorin: Air keran yang baru ditampung kadang masih mengandung kaporit yang menghambat pembentukan akar. Diamkan air semalaman atau gunakan air saringan supaya lebih aman bagi tanaman.
Kurang cahaya: Tanaman yang diletakkan di sudut gelap akan tumbuh kurus, pucat, dan mudah rebah. Pindahkan ke tepi jendela atau gunakan lampu tanam bila cahaya alami terbatas.
Menggunakan gelas yang keruh: Wadah yang tidak tembus pandang menghambat cahaya mencapai bagian bawah tanaman. Pilih gelas bening agar fotosintesis berlangsung optimal.
Membiarkan di air terlalu lama: Setelah beberapa kali panen, tunas yang tumbuh di air cenderung semakin tipis karena minim nutrisi. Pindahkan ke tanah untuk mendapatkan rumpun yang lebih besar dan panen berkelanjutan.
Terlalu sering memindah pot: Akar daun bawang mudah stres bila sering diusik. Sara Rubens, dikutip dari Martha Stewart, menyatakan, "Umumnya, daun bawang tidak suka dipindah-pindahkan ke pot lain karena akarnya akan terganggu."
Baca juga: cara membuat pupuk organik cair dari limbah rumah tangga
Dengan modal nyaris nol rupiah, satu gelas bekas bisa menjadi sumber bumbu dapur segar yang dipetik kapan saja, sekaligus mengurangi sampah plastik di rumah. Kebiasaan kecil ini mudah dikembangkan menjadi kebun sayur hemat tempat di pekarangan sempit, dan aktivitas merawat tanaman juga dikenal menenangkan pikiran serta mendukung ketahanan pangan keluarga. Langkah berikutnya tinggal memperbanyak rumpun dan menata gelas-gelas di tepi jendela dapur.
Baca juga: inspirasi kebun sayur untuk lahan sempit yang mudah dirawat
Baca juga: 7 cara menyimpan daun bawang agar awet berminggu-minggu
Baca juga: 9 tanaman yang cepat panen dalam 1 bulan untuk lahan sempit
Baca juga: hobi berkebun di lahan sempit untuk ketahanan pangan keluarga
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Daun Bawang
Berapa lama daun bawang tumbuh jika ditanam di gelas bekas?
Tunas hijau baru biasanya mulai muncul hanya dalam 2-7 hari setelah bonggol direndam atau ditanam, karena daun bawang termasuk sayuran yang cepat beregenerasi. Panen pertama umumnya sudah bisa dilakukan dalam kurun sekitar dua hingga tiga minggu, lalu berlanjut setiap beberapa minggu selama perawatannya tepat.
Berapa kali daun bawang bisa ditumbuhkan ulang di dalam air?
Satu bonggol umumnya dapat ditumbuhkan ulang beberapa kali di air, berkisar dua hingga lima siklus tergantung kualitas bonggol dan cahaya yang diterima. Setelah itu tunas cenderung mengecil sehingga sebaiknya diganti bonggol baru atau dipindahkan ke media tanah agar panen tetap maksimal.
Apakah daun bawang di gelas bekas wajib dipindah ke tanah?
Tidak wajib, karena air saja sudah cukup untuk memperoleh beberapa kali panen tunas segar di dapur. Namun jika menginginkan rumpun lebih tebal, batang lebih besar, dan panen yang bertahan lebih lama, memindahkan tanaman ke pot berisi tanah adalah pilihan yang lebih menguntungkan.
Daftar Referensi
- Food Network. How to Regrow Green Onions. Diakses pada 5 Oktober 2026, dari https://www.foodnetwork.com/how-to/packages/food-network-essentials/how-to-grow-green-onions
- Epic Gardening. How To Plant, Grow, and Care for Green Onions or Scallions. Diakses pada 5 Oktober 2026, dari https://www.epicgardening.com/how-to-grow-green-onions/
- MasterClass. How to Regrow Green Onions in Soil or a Glass of Water. Diakses pada 5 Oktober 2026, dari https://www.masterclass.com/articles/how-to-regrow-green-onions
- Gardening Know How. Tips On Growing Green Onions In Water. Diakses pada 5 Oktober 2026, dari https://www.gardeningknowhow.com/edible/vegetables/onion/growing-green-onions-in-water.htm
- America's Test Kitchen. Regrow Your Vegetables. Diakses pada 5 Oktober 2026, dari https://www.americastestkitchen.com/articles/6927-regrow-your-vegetables
(kpl/ums)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Mila, Tasya, dan April di Result Top 12 DA8, Gaya Mereka Kontras
-
Event Dangdut Murama Raih Tiga SO di Dangdut Academy 8 Top 12 Result
