Cara Mengakrabkan Diri dengan Teman Baru agar Cepat Akrab dan Betah Ngobrol
cara mengakrabkan diri dengan teman baru (h)
Kapanlagi.com - Bertemu wajah baru di sekolah, kampus, atau kantor sering memunculkan rasa canggung yang wajar. Cara mengakrabkan diri dengan teman baru sebenarnya sederhana, yaitu berani menyapa lebih dulu sambil bersikap hangat.
Langkah berikutnya adalah menemukan kesamaan, menjadi pendengar yang baik, dan mau sedikit terbuka. Dengan kebiasaan kecil yang konsisten, cara mengakrabkan diri dengan teman baru bisa dikuasai siapa saja, termasuk pribadi yang pemalu.
Merujuk laporan The Globe and Mail, riset tentang liking gap menemukan bahwa ketika berinteraksi dengan orang asing, kita cenderung meremehkan seberapa besar mereka sebenarnya menyukai kita. Artinya, teman baru biasanya jauh lebih terbuka menerima kehadiranmu daripada yang kamu bayangkan, sehingga tidak ada alasan untuk terlalu takut memulai.
Advertisement
1. Cara Mengakrabkan Diri dengan Teman Baru dari Sikap dan Perkenalan Awal
Kesan di menit-menit pertama sangat menentukan kenyamanan selanjutnya. Beberapa cara mengakrabkan diri dengan teman baru berikut bisa langsung kamu praktikkan sejak awal bertemu, tanpa perlu berpura-pura menjadi orang lain.
Marisa Franco, psikolog sekaligus penulis buku Platonic, dikutip dari Aspen Ideas, menyatakan, "Yang saya sarankan adalah berasumsilah bahwa orang lain menyukai kita."
Sapa dan tebar senyum lebih dulu: Jangan menunggu orang lain yang memulai. Awali dengan sapaan singkat, kontak mata secukupnya, dan senyum tulus. Kamu bisa berlatih memulai percakapan dengan orang baru agar menata kesan pertama yang baik jadi lebih mudah.
Tampilkan percaya diri secukupnya: Postur tegak dan nada bicara tenang membuatmu terlihat nyaman dengan diri sendiri. Membiasakan diri meningkatkan rasa percaya diri ikut meredam rasa canggung saat berhadapan dengan orang baru.
Cari titik kesamaan lewat obrolan ringan: Mulai dari topik receh seputar kelas, pekerjaan, hobi, atau hal yang sedang terjadi di sekitar. Kesamaan minat menjadi jembatan paling alami untuk membuat obrolan mengalir tanpa terkesan menginterogasi.
Jadilah pendengar yang baik: Dengarkan tanpa menyela dan jangan buru-buru memberi nasihat atau solusi. Ajukan pertanyaan lanjutan supaya lawan bicara merasa benar-benar didengar dan dihargai.
Tetap jadi diri sendiri: Keaslian jauh lebih menarik daripada citra yang dibuat-buat dan melelahkan untuk dipertahankan. Rawat penerimaan diri lewat kata-kata positif untuk diri sendiri agar kamu nyaman tampil apa adanya.
2. Cara Mengakrabkan Diri dengan Teman Baru lewat Kebersamaan dan Aktivitas
Perkenalan hanyalah pintu masuk, sedangkan keakraban tumbuh dari waktu yang dihabiskan bersama. Cara mengakrabkan diri dengan teman baru yang paling ampuh justru lahir dari pengalaman, bukan sekadar dari obrolan panjang.
Mahzad Hojjat, guru besar psikologi di University of Massachusetts Dartmouth, dikutip dari Everyday Health, menyatakan, "Semakin sering kalian bertemu, semakin besar peluang kalian menemukan kesamaan minat."
Perbanyak intensitas bertemu: Kedekatan tumbuh dari interaksi yang berulang, bukan pertemuan sekali lewat. Ikut kegiatan rutin seperti kelas, klub, organisasi, atau kepanitiaan agar kalian sering bersinggungan secara alami.
Ajak melakukan pengalaman baru bersama: Sebagaimana dilaporkan CNBC, melakukan sesuatu yang seru atau tidak biasa bersama seorang kenalan terbukti membuat kita merasa lebih dekat dengannya. Cobalah mendaki, ikut kelas memasak, main board game, atau sekadar menjelajah kafe baru.
Berani sedikit terbuka: Berbagi cerita pribadi secukupnya membangun rasa saling percaya. Sesekali arahkan obrolan ke sesi deep talk yang ringan tapi bermakna. Marisa Franco, dikutip dari NPR, menyatakan, "Ketika seseorang bersikap terbuka kepadamu, itu menandakan bahwa ia memercayaimu."
Minta dan tawarkan bantuan kecil: Meminta bantuan sederhana membuat orang lain merasa dipercaya dan berguna, sementara menawarkan bantuan menunjukkan kamu sosok yang bisa diandalkan. Keduanya cara alami mencairkan hubungan yang masih kaku.
Tunjukkan kehadiran dan konsistensi: Sesekali hadir di saat yang penting bagi mereka mengirim pesan bahwa pertemanan ini kamu anggap berharga. Kamu bisa merawatnya lewat perhatian kecil, termasuk mengirim kata-kata persahabatan yang tulus, sesuai arti sahabat sejati yang hadir dalam suka dan duka.
3. Cara Mengakrabkan Diri dengan Teman Baru lewat Chat dan Media Sosial
Tidak semua keakraban harus dimulai dari tatap muka, karena kini banyak pertemanan justru tumbuh dari ruang obrolan. Praktik cara mengakrabkan diri dengan teman baru pun bisa dijembatani lewat chat dan komunitas daring yang seminat.
Berdasarkan laporan Psychology Today, sebuah studi menemukan bahwa orang asing sebenarnya jauh lebih terbuka untuk diajak mengobrol daripada yang kita kira, sehingga rasa takut ditolak sering kali berlebihan.
Buka chat dengan konteks yang jelas: Awali dengan sapaan hangat, sebut siapa kamu, dan dari mana kalian terhubung. Cara membangun obrolan lewat chat yang natural membuat pesanmu tidak salah dimaknai.
Hindari balasan satu kata: Jawaban seperti "oke" atau "iya" adalah pembunuh obrolan yang paling cepat. Belajar membalas chat agar tidak garing dengan menambah opini kecil dan pertanyaan balik menjaga percakapan tetap hidup.
Manfaatkan komunitas dan grup seminat: Gabung grup hobi agar kamu bertemu banyak calon teman sekaligus. Kamu bisa mencari teman lewat Telegram, memakai aplikasi seperti MiChat, bahkan berteman dengan orang dari luar negeri lewat Instagram.
Seimbangkan bertanya dan bercerita: Obrolan yang enak berjalan dua arah, layaknya bermain pingpong. Jangan mendominasi, tetapi jangan pula pasif; selingi dengan humor ringan agar suasana cair.
Bawa obrolan daring ke pertemuan nyata: Kedekatan lewat teks perlu dilanjutkan ke dunia nyata agar tidak semu. Saat akhirnya bertemu, kamu akan lebih peka membaca bahasa tubuh dan sikap lawan bicara.
4. Kebiasaan yang Perlu Dihindari saat Mendekatkan Diri dengan Teman Baru
Selain langkah yang perlu dilakukan, ada pula sikap yang justru menghambat terbentuknya keakraban. Menghindari kebiasaan berikut membuat prosesmu mendekati teman baru terasa jauh lebih mulus.
Mark Prokosch, dosen psikologi di Northeastern University, dikutip dari Northeastern Global News, menyatakan, "Riset menunjukkan bahwa manusia membutuhkan empat hingga enam teman dekat." Jadi, kamu tidak perlu mengejar lingkaran yang besar, cukup beberapa hubungan yang benar-benar berkualitas.
Terlalu menutup diri: Sikap tertutup menutup peluang untuk mengenal orang lain dan merasa diterima. Seorang psikolog, dikutip dari Forbes, menuliskan, "kamu tidak bisa membangun hubungan yang dalam dengan terus menjaga jarak dari orang lain."
Berpura-pura menjadi orang lain: Menyembunyikan jati diri demi diterima justru melelahkan secara emosional. Teman yang datang karena versi palsu dirimu tidak akan pernah mengenal kamu yang sebenarnya.
Hanya bergaul dengan orang yang itu-itu saja: Nyaman di zona lama membatasi pengalaman dan wawasanmu. Justru introvert yang unggul membangun koneksi mendalam pun tetap perlu memperluas lingkaran perlahan-lahan.
Terlalu cepat oversharing: Menumpahkan seluruh masalah hidup di awal perkenalan bisa membuat lawan bicara kewalahan. Bangun kepercayaan lebih dulu sebelum masuk ke cerita yang berat dan emosional.
Mendominasi obrolan: Memonopoli pembicaraan membuat orang lain merasa tidak dianggap. Beri ruang bagi mereka untuk bercerita dan tunjukkan bahwa kamu benar-benar menyimak.
Menghakimi dan membahas hal negatif terlalu dini: Menilai seseorang buru-buru atau melempar topik negatif merusak kesan pertama. Pilih pembahasan yang positif dan hangat, seperti nuansa dalam kata-kata untuk teman yang menyenangkan.
Pada akhirnya, semua teman dekat dulunya adalah orang asing, dan setiap hubungan besar berawal dari satu sapaan kecil. Beranikan diri melempar kalimat pertama, sabar merawat prosesnya, dan biarkan rasa canggung memudar dengan sendirinya seiring semakin seringnya kamu berlatih.
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Mengakrabkan Diri dengan Teman Baru
Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar akrab dengan teman baru?
Tidak ada patokan pasti karena setiap orang punya ritme berbeda. Umumnya keakraban tumbuh dari intensitas bertemu dan kualitas interaksi, sehingga semakin sering dan semakin bermakna pertemuan kalian, semakin cepat pula hubungan berkembang dari sekadar kenalan menjadi teman dekat.
Bagaimana cara akrab dengan teman baru bagi orang yang pemalu atau introvert?
Mulailah dari interaksi kecil seperti menyapa atau memberi komentar ringan, lalu tingkatkan secara bertahap. Pemilik kepribadian introvert justru unggul dalam obrolan satu lawan satu yang lebih dalam, jadi pilih suasana tenang dan manfaatkan kelebihanmu sebagai pendengar.
Apa yang sebaiknya dibicarakan dengan teman baru agar tidak canggung?
Pilih topik ringan seputar keluarga, pekerjaan atau studi, hobi, dan impian yang hampir selalu memancing obrolan mengalir. Kamu juga bisa menyiapkan bahan seperti caption tentang sahabat atau kata-kata keren sebagai pemantik obrolan yang santai.
Daftar Referensi
- Aspen Ideas. How to Make - And Keep - Friends. Diakses pada 29 Juli 2026, dari https://www.aspenideas.org/articles/how-to-make-and-keep-friends
- Northeastern Global News. Worried About Making Friends in College? Psychology Experts Share Strategies. Diakses pada 29 Juli 2026, dari https://news.northeastern.edu/2024/08/20/how-to-make-friends-in-college/
- Forbes. A Psychologist Shares Two Tips To Help You Make Friends As An Adult. Diakses pada 29 Juli 2026, dari https://www.forbes.com/sites/traversmark/2023/03/13/a-psychologist-shares-two-tips-to-help-you-make-friends-as-an-adult/
- CNBC. Use These 7 Phrases to Make New Friends at Any Age, Says Psychologist. Diakses pada 29 Juli 2026, dari https://www.cnbc.com/2024/04/23/what-to-say-to-make-new-friends-at-any-age-from-psychologist.html
- The Globe and Mail. The Science of Making and Keeping Friends. Diakses pada 29 Juli 2026, dari https://www.theglobeandmail.com/arts/books/article-psychologist-marisa-franco-on-the-science-of-making-and-keeping/
(kpl/kiy)
Advertisement
D Academy 8
-
Anak Selebritis Indonesia Potret Soimah Gendong Arjuna, Anak Putri Isnari Bikin Gemas di Dangdut Academy 8
-
Dangdut Academy Dangdut Academy 8 Top 21 Dimulai, Simak Beberapa Aturan Baru
