Cara Menggunakan Microlax: Panduan Lengkap untuk Mengatasi Sembelit

Cara Menggunakan Microlax: Panduan Lengkap untuk Mengatasi Sembelit
cara menggunakan microlax

Kapanlagi.com - Microlax adalah obat pencahar yang efektif untuk mengatasi sembelit atau susah buang air besar. Obat ini bekerja dengan cara melunakkan feses dan melumasi rektum sehingga proses BAB menjadi lebih lancar. Banyak orang memilih Microlax karena cara kerjanya yang cepat, biasanya dalam waktu 5-30 menit setelah penggunaan.

Meskipun tergolong obat bebas yang bisa dibeli tanpa resep dokter, penting untuk memahami cara menggunakan Microlax dengan benar. Penggunaan yang tepat akan memaksimalkan manfaat obat dan meminimalkan risiko efek samping. Artikel ini akan membahas secara lengkap panduan penggunaan Microlax yang aman dan efektif.

Menurut Alodokter, Microlax mengandung kombinasi bahan aktif seperti sorbitol, polyethylene glycol (PEG) 400, natrium sitrat, dan natrium lauril sulfoasetat yang bekerja sinergis untuk mengatasi konstipasi. Kandungan ini tidak terserap ke dalam aliran darah sehingga aman digunakan oleh berbagai kalangan termasuk ibu hamil dan menyusui.

1. Apa Itu Microlax dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Apa Itu Microlax dan Bagaimana Cara Kerjanya? (c) Ilustrasi AI

Microlax adalah obat pencahar dalam bentuk gel yang dikemas dalam tube berukuran 5 ml. Obat ini dirancang khusus untuk dimasukkan melalui dubur (rektal) guna mengatasi sembelit dengan cara yang cepat dan efektif. Berbeda dengan obat pencahar oral yang harus melalui sistem pencernaan, Microlax bekerja langsung di area yang bermasalah.

Cara kerja Microlax melibatkan tiga mekanisme utama yang saling melengkapi. Pertama, natrium lauril sulfoasetat menurunkan tegangan permukaan feses sehingga lebih mudah terbasahi air. Kedua, sorbitol menarik air ke dalam usus besar untuk melunakkan feses yang keras. Ketiga, PEG 400 berfungsi sebagai pelumas pada rektum agar feses dapat keluar dengan lebih mudah tanpa menimbulkan rasa sakit.

Obat ini dapat digunakan oleh dewasa, anak-anak, bahkan bayi dengan dosis yang disesuaikan. Microlax juga sering digunakan sebagai persiapan sebelum pemeriksaan medis seperti kolonoskopi atau sigmoidoskopi karena kemampuannya mengosongkan usus dengan cepat. Keunggulan lainnya adalah efek kerjanya yang cepat, biasanya dalam waktu kurang dari 30 menit.

Melansir dari Hello Sehat, Microlax termasuk dalam kategori obat pencahar osmotik dan pelicin yang bekerja dengan melunakkan tinja dan meningkatkan penetrasi air ke dalamnya. Kombinasi bahan aktif dalam Microlax membuatnya efektif tanpa mengiritasi usus, sehingga lebih nyaman digunakan dibandingkan beberapa jenis pencahar lainnya.

2. Langkah-Langkah Cara Menggunakan Microlax dengan Benar

Langkah-Langkah Cara Menggunakan Microlax dengan Benar (c) Ilustrasi AI

Sebelum menggunakan Microlax, pastikan Anda mencuci tangan hingga bersih untuk menjaga kebersihan dan mencegah infeksi. Persiapan yang baik akan memastikan proses penggunaan obat berjalan lancar dan higienis. Siapkan juga tisu atau handuk bersih untuk keperluan setelah penggunaan.

Berikut adalah langkah-langkah cara menggunakan Microlax yang benar:

  1. Buka tutup kemasan tube Microlax dengan memutar atau menariknya sesuai petunjuk pada kemasan. Pastikan segel belum rusak sebelum digunakan.
  2. Tekan tube secara perlahan hingga sedikit gel keluar dari ujung aplikator. Gel yang keluar ini akan berfungsi sebagai pelumas pada aplikator.
  3. Ratakan gel pada ujung aplikator untuk memudahkan proses pemasukan dan mengurangi rasa tidak nyaman saat aplikator dimasukkan ke dalam anus.
  4. Ambil posisi yang nyaman, bisa dengan jongkok, duduk di kloset, atau berbaring miring dengan salah satu kaki ditekuk ke arah dada. Pilih posisi yang paling nyaman bagi Anda.
  5. Masukkan aplikator ke dalam anus secara perlahan dan hati-hati. Untuk dewasa dan anak di atas 3 tahun, masukkan seluruh panjang aplikator. Untuk anak di bawah 3 tahun dan bayi, masukkan hanya setengah panjang aplikator (sesuai tanda pada tube).
  6. Tekan tube hingga seluruh isinya keluar ke dalam rektum. Pastikan Anda menekan dengan tekanan yang stabil dan tidak terlalu cepat.
  7. Tarik aplikator keluar dari anus secara perlahan sambil tetap memencet tube agar gel tidak tersedot kembali.
  8. Kencangkan otot anus seperti saat menahan buang air besar selama beberapa saat agar gel tidak keluar dan dapat bekerja optimal.
  9. Tunggu 5-30 menit hingga muncul rasa ingin buang air besar. Selama menunggu, Anda bisa tetap beraktivitas ringan atau duduk dengan nyaman.
  10. Buang tube bekas pakai dan cuci tangan kembali hingga bersih setelah selesai menggunakan Microlax.

Menurut Klikdokter, penting untuk tidak menggandakan dosis jika dalam satu jam belum ada keinginan buang air besar. Anda dapat menggunakan satu tube lagi dengan cara yang sama, namun jika setelah tube kedua masih belum berhasil, segera konsultasikan ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

3. Dosis Microlax untuk Berbagai Usia

Dosis Microlax disesuaikan dengan usia pengguna untuk memastikan keamanan dan efektivitas pengobatan. Untuk dewasa dan anak usia di atas 3 tahun, dosis yang direkomendasikan adalah 1 tube penuh (5 ml) yang dimasukkan ke dalam rektum dengan memasukkan seluruh panjang aplikator. Dosis ini biasanya cukup untuk mengatasi sembelit ringan hingga sedang.

Untuk anak usia 1-3 tahun dan bayi, dosis yang dianjurkan adalah setengah tube (2,5 ml). Cara penggunaannya sedikit berbeda, yaitu dengan memasukkan aplikator hanya sampai setengah panjangnya (sesuai tanda pada tube), namun tetap menekan tube hingga seluruh isinya keluar. Hal ini penting untuk mencegah trauma pada rektum bayi yang masih sensitif.

Penggunaan Microlax sebaiknya tidak dilakukan lebih dari sekali dalam sehari kecuali atas anjuran dokter. Jika setelah menggunakan dua tube dalam satu hari masalah sembelit masih berlanjut, jangan menambah dosis sendiri tetapi segera konsultasikan dengan dokter. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan diare dan dehidrasi.

Melansir dari HonestDocs, Microlax tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang karena dapat menyebabkan ketergantungan. Obat ini sebaiknya hanya digunakan sebagai solusi jangka pendek untuk mengatasi episode sembelit akut, bukan sebagai pengobatan rutin untuk masalah pencernaan kronis.

4. Tips Penting Sebelum dan Sesudah Menggunakan Microlax

Tips Penting Sebelum dan Sesudah Menggunakan Microlax (c) Ilustrasi AI

Sebelum menggunakan Microlax, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan untuk memastikan penggunaan yang aman dan efektif. Pertama, pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap komponen obat ini seperti sorbitol, PEG 400, atau natrium lauril sulfoasetat. Jika pernah mengalami reaksi alergi terhadap obat pencahar sebelumnya, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Hindari menggunakan Microlax jika Anda mengalami kondisi tertentu seperti wasir akut yang berdarah, radang usus besar, atau nyeri perut yang tidak diketahui penyebabnya. Jika sembelit disertai dengan gejala seperti demam, mual, muntah, atau perdarahan dari dubur, segera periksakan diri ke dokter karena bisa jadi ada masalah kesehatan yang lebih serius.

Setelah menggunakan Microlax, ada beberapa tips yang dapat membantu memaksimalkan efektivitas obat dan mencegah sembelit berulang:

  • Perbanyak konsumsi air putih minimal 8 gelas per hari untuk menjaga hidrasi dan membantu melunakkan feses
  • Tingkatkan asupan serat dari sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian untuk melancarkan pencernaan
  • Lakukan aktivitas fisik atau olahraga ringan secara teratur untuk merangsang pergerakan usus
  • Jangan menunda keinginan buang air besar karena dapat memperburuk sembelit
  • Hindari konsumsi makanan yang dapat menyebabkan sembelit seperti makanan tinggi lemak dan rendah serat
  • Kelola stres dengan baik karena stres dapat mempengaruhi fungsi pencernaan

Simpan Microlax pada suhu ruangan di tempat yang sejuk dan kering, terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan pastikan kemasan tertutup rapat. Periksa tanggal kedaluwarsa sebelum menggunakan dan jangan gunakan obat yang sudah melewati masa berlakunya.

Menurut Alodokter, jika setelah menggunakan Microlax kondisi tidak membaik dalam 1-2 hari atau justru memburuk, segera konsultasikan dengan dokter. Sembelit yang berkepanjangan bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

5. Efek Samping dan Peringatan Penggunaan Microlax

Efek Samping dan Peringatan Penggunaan Microlax (c) Ilustrasi AI

Microlax umumnya aman digunakan dan jarang menimbulkan efek samping serius. Namun, beberapa pengguna mungkin mengalami sensasi terbakar atau perih ringan di area anus setelah penggunaan. Sensasi ini biasanya bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa menit. Jika rasa tidak nyaman berlanjut atau semakin parah, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter.

Penggunaan Microlax yang berlebihan dapat menyebabkan diare dan dehidrasi. Diare yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan hilangnya cairan dan elektrolit penting dari tubuh, yang pada kondisi parah dapat membahayakan kesehatan terutama pada anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengikuti dosis yang dianjurkan dan tidak menggunakan obat ini secara berlebihan.

Reaksi alergi terhadap Microlax sangat jarang terjadi, namun tetap perlu diwaspadai. Gejala alergi yang perlu diwaspadai meliputi ruam kulit, gatal-gatal, pembengkakan pada wajah atau bibir, kesulitan bernapas, atau pusing berat. Jika mengalami gejala-gejala ini, segera hentikan penggunaan obat dan cari pertolongan medis darurat.

Beberapa kondisi yang memerlukan perhatian khusus sebelum menggunakan Microlax:

  • Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu meskipun Microlax dianggap aman
  • Penderita penyakit jantung, ginjal, atau gangguan elektrolit perlu pengawasan medis saat menggunakan pencahar
  • Anak-anak dan bayi harus menggunakan dosis yang tepat sesuai usia untuk menghindari komplikasi
  • Lansia mungkin lebih sensitif terhadap efek obat sehingga perlu pemantauan lebih ketat
  • Penderita diabetes perlu berhati-hati karena kandungan sorbitol dapat mempengaruhi kadar gula darah

Melansir dari Hello Sehat, Microlax tidak boleh digunakan sebagai solusi jangka panjang untuk sembelit kronis. Penggunaan pencahar secara terus-menerus dapat menyebabkan usus menjadi "malas" dan kehilangan kemampuan alaminya untuk bergerak, yang justru dapat memperburuk masalah konstipasi di kemudian hari.

6. Interaksi Microlax dengan Obat dan Kondisi Kesehatan Lain

Interaksi Microlax dengan Obat dan Kondisi Kesehatan Lain (c) Ilustrasi AI

Meskipun Microlax bekerja secara lokal di area rektum dan tidak banyak terserap ke dalam aliran darah, tetap ada kemungkinan interaksi dengan obat-obatan tertentu. Salah satu kandungan Microlax yaitu sorbitol dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat, sehingga penting untuk menginformasikan kepada dokter atau apoteker tentang semua obat yang sedang Anda konsumsi.

Interaksi yang perlu diwaspadai adalah penggunaan sorbitol bersamaan dengan calcium polystyrene sulfonate atau sodium polystyrene sulfonate. Kombinasi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya nekrosis usus atau kematian jaringan usus, yang merupakan kondisi serius dan berbahaya. Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Microlax.

Penggunaan Microlax bersama dengan obat pencahar lain, baik oral maupun rektal, sebaiknya dihindari kecuali atas anjuran dokter. Kombinasi pencahar dapat meningkatkan risiko diare berat, dehidrasi, dan gangguan keseimbangan elektrolit. Jika Anda sudah mengonsumsi obat pencahar oral dan belum menunjukkan hasil, konsultasikan dengan dokter sebelum menambahkan Microlax.

Beberapa kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi penggunaan Microlax:

  • Radang usus besar atau inflammatory bowel disease (IBD) dapat diperburuk oleh penggunaan pencahar
  • Wasir akut atau ambeien yang berdarah dapat mengalami iritasi lebih lanjut
  • Obstruksi usus atau penyumbatan saluran pencernaan merupakan kontraindikasi absolut
  • Perforasi usus atau robekan pada dinding usus sangat berbahaya jika dipaksakan menggunakan pencahar
  • Sindrom malabsorpsi dapat mempengaruhi cara tubuh merespons obat

Jika Anda sedang mengonsumsi suplemen, vitamin, atau produk herbal, informasikan juga kepada dokter atau apoteker. Beberapa suplemen dapat mempengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, yang dapat berinteraksi dengan efek Microlax. Transparansi mengenai semua produk kesehatan yang Anda gunakan akan membantu mencegah interaksi yang tidak diinginkan.

Menurut Alodokter, meskipun interaksi Microlax dengan obat lain belum banyak dilaporkan, tetap penting untuk berhati-hati terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan kronis atau sedang menjalani pengobatan jangka panjang. Konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional akan memastikan penggunaan Microlax yang aman dan efektif sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) (c) Ilustrasi AI

Berapa lama Microlax bekerja setelah digunakan?

Microlax biasanya bekerja dalam waktu 5-30 menit setelah dimasukkan ke dalam rektum. Waktu kerja dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan sembelit dan kondisi individu. Jika setelah 1 jam belum ada keinginan buang air besar, Anda dapat menggunakan satu tube lagi, namun jika tetap tidak berhasil sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Apakah Microlax aman digunakan setiap hari?

Microlax tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang atau setiap hari karena dapat menyebabkan ketergantungan dan membuat usus menjadi "malas". Obat ini sebaiknya hanya digunakan sesekali untuk mengatasi episode sembelit akut. Jika Anda mengalami sembelit kronis yang memerlukan penggunaan pencahar rutin, konsultasikan dengan dokter untuk mencari solusi jangka panjang yang lebih tepat.

Bolehkah ibu hamil menggunakan Microlax?

Microlax aman digunakan oleh ibu hamil karena kandungannya tidak terserap ke dalam aliran darah dan plasenta. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum menggunakan obat ini, terutama jika ini pertama kalinya Anda menggunakan Microlax selama kehamilan. Dokter dapat memberikan saran yang sesuai dengan kondisi kehamilan Anda.

Apakah Microlax bisa digunakan untuk bayi?

Ya, Microlax dapat digunakan untuk bayi dengan dosis yang disesuaikan yaitu setengah tube (2,5 ml). Cara penggunaannya adalah dengan memasukkan aplikator hanya sampai setengah panjangnya (sesuai tanda pada tube) ke dalam anus bayi. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak terlebih dahulu sebelum memberikan Microlax kepada bayi untuk memastikan keamanan dan ketepatan penggunaan.

Apa yang harus dilakukan jika Microlax tidak bekerja?

Jika setelah menggunakan satu tube Microlax dalam waktu 1 jam belum ada keinginan buang air besar, Anda dapat mencoba menggunakan satu tube lagi. Namun, jika setelah dua tube masih belum berhasil, jangan menambah dosis lagi dan segera konsultasikan dengan dokter. Sembelit yang tidak merespons pengobatan mungkin memerlukan evaluasi medis lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya.

Apakah ada efek samping menggunakan Microlax?

Microlax umumnya aman dan jarang menimbulkan efek samping serius. Beberapa pengguna mungkin merasakan sensasi terbakar atau perih ringan di area anus yang biasanya bersifat sementara. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan diare dan dehidrasi. Reaksi alergi sangat jarang terjadi, namun jika Anda mengalami gejala seperti ruam, gatal-gatal, atau kesulitan bernapas, segera hentikan penggunaan dan cari pertolongan medis.

Bagaimana cara menyimpan Microlax yang benar?

Simpan Microlax pada suhu ruangan di tempat yang sejuk dan kering, terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jangan menyimpan di kamar mandi karena kelembapan dapat mempengaruhi kualitas obat. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan pastikan kemasan tertutup rapat. Periksa tanggal kedaluwarsa sebelum menggunakan dan buang obat yang sudah melewati masa berlakunya sesuai dengan petunjuk pembuangan obat yang aman.

(kpl/fed)

Rekomendasi
Trending