Nasab Nabi Muhammad SAW: Silsilah Lengkap dari Abdullah hingga Nabi Adam

Nasab Nabi Muhammad SAW: Silsilah Lengkap dari Abdullah hingga Nabi Adam
nasab nabi muhammad (h)

Nasab Nabi Muhammad adalah garis keturunan yang menyambungkan beliau dengan para leluhur mulia bangsa Arab. Silsilah ini bermula dari Muhammad bin Abdullah lalu naik satu per satu hingga Adnan, keturunan Nabi Ismail.

Para ulama sepakat bahwa nasab Nabi Muhammad sahih dan tidak diperselisihkan sampai Adnan. Di atas Adnan, urutan namanya masih menjadi bahan perbedaan pendapat di kalangan ahli sejarah.

Mengacu pada SeekersGuidance, bangsa Arab digolongkan menjadi Arab yang telah punah (al-Arab al-Baidah), Arab asli keturunan Qahthan (al-Arab al-Aribah), dan Arab yang ter-arabkan keturunan Nabi Ismail serta Adnan (al-Arab al-Musta'ribah), dan Nabi Muhammad termasuk golongan terakhir. Karena itulah nama Muhammad disandingkan dengan asal-usul yang terjaga kehormatannya.

1. Cara Menelusuri Nasab Nabi Muhammad dari Jalur Ayah

Langkah paling mudah menelusuri nasab Nabi Muhammad adalah menaiki garis ayah satu demi satu, mulai dari Abdullah hingga Adnan. Urutan ini disepakati para ulama dan terekam rapi dalam kitab-kitab sirah yang menjadi rujukan utama.

  1. Mulai dari sang ayah, Abdullah: Titik awal penelusuran adalah Abdullah bin Abdul Muthalib, pemuda Quraisy yang wafat sebelum Nabi Muhammad dilahirkan.

  2. Naik ke kakek dan buyut: Dari Abdullah, nasab bersambung ke Abdul Muthalib (bernama asli Syaibah), lalu ke Hasyim (bernama Amr), kemudian Abdu Manaf (al-Mughirah).

  3. Lanjut ke leluhur Quraisy: Urutan diteruskan ke Qushay (Zaid), Kilab, Murrah, Ka'ab, Lu'ay, Ghalib, hingga Fihr yang bergelar Quraisy dan menjadi asal nama suku tersebut.

  4. Teruskan hingga Kinanah dan Ilyas: Setelah Fihr, garis naik ke Malik, an-Nadhr, Kinanah, Khuzaimah, Mudrikah (Amir), Ilyas, Mudhar, Nizar, lalu Ma'ad.

  5. Berhenti di Adnan: Ma'ad adalah putra Adnan, dan sampai Adnan inilah nasab Nabi Muhammad dinilai sahih tanpa keraguan.

Dilansir dari Al-Islam.org, Adnan tercatat sebagai leluhur Nabi Muhammad yang kedua puluh, sehingga seluruh rangkaian dari Adnan sampai beliau berada di dalam wilayah kesepakatan para ahli nasab. Ibnu Hibban, dikutip dari islamqa.info, menegaskan, "Nasab Rasulullah yang dapat dibenarkan adalah sampai Adnan; sesudah Adnan, saya tidak mempunyai sanad yang benar yang menjadi rujukan."

2. Cara Memahami Sambungan Nasab Nabi Muhammad hingga Nabi Ibrahim dan Adam

Berbeda dengan jalur ayah yang pasti, cara memahami nasab Nabi Muhammad di atas Adnan menuntut kehati-hatian karena masuk ranah ijtihad sejarawan. Sebagian riwayat menyambungkannya hingga Nabi Ibrahim, bahkan sampai Nabi Adam.

  1. Tetapkan Adnan sebagai keturunan Nabi Ismail: Para ulama sepakat Adnan adalah anak cucu Nabi Ismail bin Ibrahim, sehingga Nabi Muhammad digolongkan sebagai Arab Adnaniyah.

  2. Cermati perbedaan jumlah generasi: Antara Adnan dan Nabi Ismail, sebagian ulama menyebut ada sekitar sembilan leluhur, ada yang menyebut lima belas, bahkan empat puluh, dengan nama-nama yang berbeda-beda.

  3. Telusuri riwayat hingga Nabi Ibrahim: Sejumlah sejarawan meneruskan urutan Adnan, Udad, Muqawwim, hingga Nabit, Ismail, lalu Ibrahim, meski rinciannya tidak seragam.

  4. Ikuti riwayat panjang hingga Nabi Adam: Merujuk nu.or.id, silsilah ini dilanjutkan melewati Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Nabi Idris, hingga Nabi Adam sebagaimana disebutkan Ibnu Ishaq dalam salah satu riwayatnya.

  5. Sikapi dengan tawaqquf: Banyak ulama memilih berhenti di Adnan dan tidak memastikan nama-nama di atasnya demi menjaga keakuratan.

Al-Baghawi, dikutip dari islamweb.net, menyatakan, "Setiap penyebutan nasab yang melampaui Adnan tidaklah sahih." Ibnu Sa'd, penulis kitab At-Thabaqat, dikutip dari islamqa.info, menuturkan, "Menurut kami, lebih baik menahan diri dari membahas nasab di atas Adnan hingga Ismail."

Para sejarawan bahkan memperkirakan rentang waktu antara Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim mencapai sekitar 2.500 tahun, dengan jarak kurang lebih 18 abad antara Adnan dan Nabi Ibrahim. Meski begitu, kedudukan Nabi Ibrahim sebagai salah satu nabi ulul azmi dan bapak para nabi tetap menjadi kebanggaan dalam garis keturunan ini.

3. Cara Mengenali Keluarga Inti dalam Nasab Nabi Muhammad

Mengenal nasab Nabi Muhammad terasa lebih hidup ketika kita menengok keluarga inti beliau, dari kedua orang tua sampai para paman. Merekalah pewaris langsung kemuliaan garis keturunan yang sama.

  1. Ayah, Abdullah bin Abdul Muthalib: Ayah Nabi wafat muda dalam perjalanan dagang ke arah Madinah, meninggalkan warisan berupa nasab mulia dan reputasi baik di tengah Quraisy.

  2. Ibu, Aminah binti Wahab: Ibunda beliau berasal dari Bani Zuhrah, salah satu cabang terhormat suku Quraisy, sehingga kemuliaan datang dari dua sisi sekaligus.

  3. Kakek, Abdul Muthalib: Sang kakek yang bernama asli Syaibah adalah pemuka Quraisy sekaligus pengurus air zamzam dan jamuan bagi jamaah haji.

  4. Para paman: Nabi memiliki banyak paman dari jalur ayah putra Abdul Muthalib, seperti Hamzah, Abbas, Abu Thalib, dan Abu Lahab.

  5. Jalur keturunan beliau: Garis keturunan Nabi berlanjut melalui putrinya, Fatimah Az-Zahra, yang menurunkan para pemegang gelar Sayyid, Syarif, dan Habib.

Menurut catatan para ahli sejarah, Abdul Muthalib sempat bernazar dan hampir menyembelih Abdullah sebelum akhirnya diganti dengan seratus ekor unta, sebuah peristiwa yang melatari kelahiran Nabi. Kelahiran beliau kemudian dikenang umat sebagai peristiwa Maulid Nabi.

4. Keutamaan dan Kemuliaan Nasab Nabi Muhammad

Nasab Nabi Muhammad bukan sekadar daftar nama, melainkan cerminan pilihan Allah atas manusia terbaik di setiap generasinya. Kemuliaan ini ditegaskan dalam banyak hadis dan menjadi salah satu bukti kenabian.

Rasulullah, dalam hadis riwayat Muslim yang dikutip dari MuslimPro, bersabda, "Sesungguhnya Allah memilih Ismail dari anak-anak Ibrahim, memilih Bani Kinanah dari anak-anak Ismail, memilih Quraisy dari Bani Kinanah, memilih Bani Hasyim dari Quraisy, dan memilihku dari Bani Hasyim."

  • Keturunan paling mulia: Beliau lahir dari deretan orang pilihan, sehingga nasabnya menempati kedudukan tertinggi di antara seluruh bangsa Arab.

  • Bersih dari perzinaan: Nasab beliau terjaga dari praktik jahiliyah karena lahir dari pernikahan yang sah, sejak Nabi Adam hingga kedua orang tuanya.

  • Modal kepercayaan Al-Amin: Kemuliaan asal-usul menopang reputasi beliau sehingga dijuluki Al-Amin, yang dapat dipercaya, jauh sebelum kenabian.

  • Kehormatan Bani Hasyim: Kebanggaan atas nasab ini bahkan dilantunkan dalam sholawat kepada nabi keturunan Bani Hasyim.

  • Anjuran mempelajari nasab: Islam menganjurkan umat untuk mempelajari nasab agar mudah menyambung silaturahmi antar-sesama.

  • Landasan ahlul bait: Siapa pun yang nasabnya sampai kepada Hasyim tergolong keluarga ahlul bait, menjadikan garis keturunan ini terus dijaga hingga kini.

Kemuliaan nasab beliau pun diakui banyak pihak, termasuk para sahabat sebagai generasi emas yang setia mendampingi dakwah beliau. Di antara mereka terdapat sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, serta tokoh-tokoh dari generasi terbaik dalam sejarah Islam yang meneladani akhlak Rasulullah.

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Nasab Nabi Muhammad

Sampai siapa nasab Nabi Muhammad yang disepakati para ulama?

Nasab Nabi Muhammad disepakati sahih dan tanpa perselisihan sampai Adnan. Di atas Adnan hingga Nabi Ismail, para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah dan nama leluhurnya, sehingga banyak yang memilih berhenti di Adnan.

Apakah Nabi Muhammad keturunan Nabi Ibrahim?

Ya, Nabi Muhammad adalah keturunan Nabi Ibrahim melalui putranya, Nabi Ismail, lewat jalur Adnan. Karena itu beliau digolongkan sebagai Arab Adnaniyah atau al-Arab al-Musta'ribah.

Siapa nama ayah dan kakek Nabi Muhammad?

Ayah Nabi Muhammad bernama Abdullah bin Abdul Muthalib, sedangkan kakeknya adalah Abdul Muthalib yang bernama asli Syaibah. Keduanya berasal dari Bani Hasyim, salah satu klan terhormat suku Quraisy.

Memahami nasab Nabi Muhammad menumbuhkan kecintaan sekaligus kekaguman terhadap kesempurnaan pilihan Allah atas utusan-Nya. Selain menelusuri silsilah, kita bisa meneladani hikmah dan nasihat beliau serta mengenang perjalanan hidupnya hingga haji perpisahan di akhir hayat. Baca juga: warisan hikmah para sahabat Nabi, inspirasi spiritual dari Masjid Nabawi, dan film kartun bertema sejarah Nabi Muhammad.

Daftar Referensi

  1. SeekersGuidance. Is Ismail the Father of the Arabs? Diakses pada 18 Agustus 2026, dari https://seekersguidance.org/answers/history-answers/is-ismail-the-father-of-the-arabs/
  2. Al-Islam.org. Section 2: Muhammad From Birth to Prophethood. Diakses pada 18 Agustus 2026, dari https://al-islam.org/history-islam-demise-prophet-s-mahdi-pishvai/section-2-muhammad-birth-prophethood
  3. NU Online. Silsilah Nasab dari Nabi Muhammad hingga Nabi Adam. Diakses pada 18 Agustus 2026, dari https://nu.or.id/sirah-nabawiyah/silsilah-nasab-dari-nabi-muhammad-hingga-nabi-adam-5ZVL4

(kpl/phi)

Rekomendasi

Trending