'EVENING', Senja Yang Tak Akan Terlupakan
KapanLagi.com - Pemain: Vanessa Redgrave, Claire Danes, Toni Collette, Natasha Richardson, Patrick Wilson, Hugh Dancy, Meryl Streep, Glenn Close
Oleh: Fatchur Rochim
Di hari-hari terakhirnya, yang ada di benak Ann Grant Lord (Vanessa Redgrave) adalah saat-saat yang ia lalui ketika berada di Newport lima puluh tahun silam. Nama Harris (Patrick Wilson) selalu disebut-sebut meski kedua putrinya, Nina (Toni Collette) dan Constance (Natasha Richardson), tak pernah tahu siapa Harris sebenarnya.
Advertisement
Lima puluh tahun yang lalu, Ann (Claire Danes) adalah seorang penyanyi cabaret yang datang ke Newport untuk menghadiri pernikahan Lila Wittenborn (Mamie Gummer), sahabat karibnya. Meski sudah menuju ke pelaminan namun Lila sebenarnya tak pernah mencintai calon suaminya. Hatinya hanya untuk Harris, pembantu keluarga besar Wittenborn.
Di saat yang sama, Ann ternyata juga jatuh hati pada Harris meski akhirnya mereka berdua sadar bahwa mereka tak mungkin melanjutkan hubungan asmara mereka. Di sisi lain, Buddy (Hugh Dancy), adik Lila jatuh hati pada Ann dan meninggal karena kecelakaan saat berusaha mengikuti Ann dan Harris. Kenangan manis dan pahit inilah yang selalu diingat Ann sampai akhir hayatnya.
Seperti kebanyakan film yang bercerita tentang dua masa yang berbeda, pasti satu bagian cerita lebih menarik dari yang lainnya. Dalam kasus EVENING ini, alur cerita yang terjadi di tahun 1950-an terasa lebih punya taring ketimbang yang terjadi di tahun 1990-an. Alasannya sederhana. Kisah yang terjadi di tahun 1950-an lebih punya dinamika.
Malahan sebenarnya kalaupun kisah yang terjadi di tahun 1990-an dihilangkan pun tak akan mengubah inti alur kisah. Inti dari permasalahan memang terjadi di masa lalu dan masa sekarang, dalam film ini, hanya sebagai penegas dari kesimpulan yang ada. Mungkin itu juga alasan sutradara Lajos Koltai lebih banyak memberi waktu pada bagian pertama dari film ini.
Sebenarnya alur kisah ini sederhana saja. Bahkan kalau Anda jeli, ending sudah dapat ditebak sebelum film masuk bagian pertengahan. Tapi yang jadi kelebihan film ini memang bukan alurnya yang berbelit-belit tapi penuangannya ke dalam media gambar hidup yang sangat efektif. Lajos juga cukup jeli mengalkulasikan segalanya, mulai dari sinematografi, editing sampai pada penataan musik sehingga film ini terasa lebih sebagai sebuah novel yang divisualisasikan lewat film.
Memang awalnya agak sedikit membingungkan karena flash back dan munculnya karakter baru yang sebelumnya tidak ada tapi itu tak terlalu mempengaruhi keutuhan film ini. Diadaptasi dari novel terkenal karya Susan Minot, film ini bisa dijadikan acuan saat mengadaptasi sebuah novel menjadi bentuk film.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/roc)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
