INTERNASIONAL

[Review] 'SEVEN SOMETHING', Cinta Dalam Kelipatan Angka Tujuh

Jum'at, 21 September 2012 20:40  | 

Nichkhun


[Review] 'SEVEN SOMETHING', Cinta Dalam Kelipatan Angka Tujuh
Foto: GTH




KapanLagi.com - Oleh: Adi Abbas Nugroho

GTH adalah perusahaan film ternama di Thailand. Film-film produksi mereka selalu mampu meraup hasil memuaskan baik dari segi kualitas maupun box office. Di mulai dari FAN CHAN yang merupakan rilisan kedua mereka pada tahun 2003 sampai terakhir ATM, yang beredar awal tahun 2012.

Kini GTH kembali meluncurkan omnibus percintaan yang memakai kelipatan angka tujuh sebagai judul dalam tiap segmen. Uniknya, angka tujuh ini memiliki arti tersendiri yang akan kita ketahui ketika melihat filmnya nanti.

SEVEN SOMETHING dibuka dengan segmen bertajuk '14' yang dibintangi oleh dua bintang muda yang namanya sedang menanjak naik. Mereka adalah Jirayu La-ongmanee yang sebelumnya bermain dalam produksi GTH lain berjudul SUCKSEED serta Sutatta Udomslip yang bermain dalam horor LADDA LAND. Dua remaja ini berperan sebagai Puan dan Milk, sepasang kekasih yang terlibat cinta di tengah kecanggihan teknologi dan pernak-pernik di dalamnya yang akhirnya membawa konflik tersendiri.

Segmen kedua bertajuk '28' yang berkonsentrasi pada cerita dua bintang film papan atas yang karirnya meredup. Untuk kembali memasukkan nama mereka di jajaran bintang Thailand papan atas, Mam (Cris Horwang) meminta John (Sunny Suwanmethanont), mantan kekasihnya, untuk bermain dalam sekuel film terlaris di Thailand yang prekuelnya pernah angkat nama mereka.

Segmen terakhir berjudul '42.195' yang konsep ceritanya mengomposisikan hidup dalam lari marathon. Berkisah tentang kedekatan antara pembawa acara wanita (Suquan Bulakul) berusia 42 tahun yang kehidupannya berubah sejak bertemu dengan laki-laki muda penderita asma (Nichkhun).

Lewat tiga segmen inilah SEVEN SOMETHING berusaha memancarkan pesonanya kembali seperti film produksi GTH sebelumnya. Tiga sutradara yang pernah bekerja sama dengan GTH ini kembali dipanggil untuk tukangi film dalam segmen masing-masing.

Paween Purijitpanya yang sebelumnya bergabung dalam PHOBIA 2 diplot nahkodai '14'. Lewat tangannya film '14' terlihat begitu stylish dan memiliki ciri khas tersendiri. Sayangnya beberapa elemen terlihat pointless dan berlebihan sehingga film pertama ini gagal dijadikan sebagai pembuka yang baik.

Nama sutradara BANGKOK TRAFFIC LOVE STORY, Adisorn Tresirikasem, diplot garap segmen kedua. Uniknya dia kembali membawa Cris Horwang sebagai pemeran utama dalam film ini. Meski durasi terlalu lama, bisa dibilang segmen '28' ini adalah segmen paling menarik dan lucu khas Tresirikasem. Jika kalian sudah menonton BANGKOK TRAFFIC LOVE STORY pasti tak asing dengan gaya bertutur sang sutradara yang komikal.

Terakhir ada Jira Maligool yang menjadi garda depan dalam segmen '42.195'. Segmen satu ini turut dimeriahkan oleh personil 2PM, Nichkhun, yang tampaknya berakting menjadi dirinya sendiri sehingga hanya akan membuat fans-nya saja yang berteriak histeris.

Akhir kata SEVEN SOMETHING, meski bertabur bintang-bintang GTH baik sebagai pemain utama maupun cameo, ternyata tak mampu tampil secemerlang yang diharapkan. Mungkin karena durasi yang kelewat 'membunuh' atau formula yang dihasilkan kurang mengena sehingga filmnya pun mendapat apresiasi yang biasa saja. Bahkan di negara asalnya sendiri.

(kpl/abs)