Darius Sinathrya Bicara Tentang Genre Mainstream Perfilman Indonesia

Jum'at, 09 Februari 2018 20:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Darius Sinathrya Bicara Tentang Genre Mainstream Perfilman Indonesia Darius Sinathrya / Credit: KapanLagi - Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Dalam beberapa waktu terakhir ini, aktor ganteng, Darius Sinathrya mulai lebih aktif di belakang layar. Seperti diketahui, suami dari Donna Agnesia itu sempat menjajal jadi produser di NIGHT BUS, film yang sukses meraih penghargaan 'Film Terbaik' di ajang Festival Film Indonesia 2017 kemarin.

Terakhir kali Darius main film layar lebar adalah tahun 2016 silam di judul ALGOJO. Dan ternyata, tahun ini, pria berusia 32 tahun itu bakal comeback dalam film anak bertajuk PETUALANGAN MENANGKAP PETIR yang disutradari oleh Kuntz Agus dan rencananya bakal rilis Maret ini.

"Pribadi sebagai aktor, salah satunya (kegiatan) ada film yang sudah syuting tahun kemarin dan akan rilis Maret 2018 ini, PETUALANGAN MENANGKAP PETIR. Lalu ada beberapa tawaran film, series juga. Lagi dipertimbangkan ikut atau nggak, karena kalau ikut harus commit dan total. Sementara di kantor masih banyak proyek yang mau dan sedang berjalan. Jadi harus bagi waktu lagi. Terus tahun ini ada Piala Dunia 2018," ujar Darius ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (29/1).

Darius dan keluarga, harmonis selalu! / Credit: KapanLagi - Akrom SukaryaDarius dan keluarga, harmonis selalu! / Credit: KapanLagi - Akrom Sukarya

Bicara mengenai layar lebar, industri perfilman Tanah Air saat ini memang tengah sangat bergairah. Banyak judul yang sukses meraup angka penjualan tiket fantastis, seperti salah satu yang terbaru, DILAN 1990. Pria kelahiran Swiss ini bangga dengan perkembangan dunia film Indonesia, namun secara pribadi, Darius berharap agar lebih banyak muncul film dengan genre-genre yang antimainstream di Tanah Air.

"Aku pikir film Indonesia masih dikuasai dengan empat atau lima genre tertentu, drama, romance, komedi, horor. Genre-genre kayak thriller, action atau film-film yang memang punya value bukan cuma sebagai hiburan tapi kita juga nonton diajak untuk berpikir dan menikmati alur cerita secara bersamaan itu aku rasa masih belum banyak ada, masih sangat sedikit. Tapi ya itu lah industrinya, penonton kita masih suka yang seperti itu. Walaupun pasti ada penonton kita yang yang pengen film-film yang lebih mindblowing. Tapi biarkan ini semua berkembang dengan natural. Rasanya dengan kemarin achieve rekor lagi kalau nggak salah 38 juta penonton atau pembeli tiket selama setahun, tapi itu hal yang positif semoga semua stakeholder-nya dan pemerintah bisa terus memberikan ransangan pada film maker-nya agar membuat karya yang lebih bagus lagi," sambungnya.

Darius juga tak lupa membahas masalah perkembangan film anak di Indonesia yang seakan-akan cukup kesulitan mendapat tempat di hati para pecinta film. Dan menurut ayah 3 anak ini, PETUALANGAN MENANGKAP PETIR bakal jadi sebuah film anak yang cukup berjaya.

"Film anak ada beberapa memang, walaupun mungkin masih belum lagi mendapatkan pasar yang besar. Penikmatnya tetap ada, tapi kan faktornya banyak banget ya. Ya promosinya, jumlah layar yang dikasih, banyak banget lah. Aku rasa film anak tetap punya market, tapi tetap harus ditemuin ramuannya, skemanya supaya bisa lebih maksimal. Tahun ini ada film PETUALANGAN MENANGKAP PETIR, aku pikir secara cerita dan produksi, ini sangat solid banget," pungkas Darius.

(kpl/adb/gtr)

Reporter:

Adhib Mujaddid


REKOMENDASI
TRENDING