SELEBRITI

Cerita Ragil Mahardika Ungkap Dirinya Gay ke Publik, Terbuka Terima Komentar Miring dari Haters

Jum'at, 06 Mei 2022 23:30

Ragil Mahardika © instagram/ragilmahardika

Kapanlagi.com - Beberapa waktu belakangan, Ragil Mahardika jadi buah bibir usai viral di TikTok. Ragil dibicarakan lantaran mengakui bahwa ia seorang gay dan memiliki suami, seorang pria asal Jerman.

Baru-baru ini KapanLagi.com mendapatkan kesempatan ngobrol dengan pria yang akrab disapa Ragil tersebut. Lewat sambungan telepon, Ragil mengungkap bahwa sebelum viral di TikTok, ia sudah lebih dulu 'coming out' pada keluarga dan lewat media sosial lain.

"Sebenarnya aku memang dari awal punya platform lain. Aku memang di facebook juga udah terbuka dari zaman-zaman facebook tahun 2014. Aku kan coming out ke keluarga, keluarga udah tahu itu tahun 2014. Jadi semenjak itu aku nggak menyembunyikan, aku selalu posting lagi di mana, lagi ngapain, lagi sama siapa dulu. Jadi dari zaman facebook udah posting terus pindah ke instagram aku aktif di instagram juga. Tahun 2018 juga mulai YouTube. Aku kan punya channel YouTube juga walaupun nggak banyak-banyak (penonton) banget tapi punya community di YouTube. Di YouTube juga sama tentang keseharian dan aktivitasku," ujar Ragil.

1. Berawal Karena Pandemi

Sebelum akhirnya viral seperti sekarang, Ragil membuat akun TikTok pada masa awal pandemi. Sebelumnya ia mengaku hanya iseng saja, tidak menyangka bakal viral.

"Nah tahun 2020 aku bikin Tik Tok karena memang lagi pandemi di Jerman. Karena memang bikin Tik Tok awalnya cuma iseng cuma ngikutin joged yang lagi viral. Akhirnya masuk ke tema keseharian. Nah keseharianku kan memang apa adanya yang kayak di Tik Tok. Akhirnya yaudah memang menunjukkan segala macam aktivitas dan keseharianku yang bikin jadinya punya personal branding yang kuat itu ya memang termasuk dengan pasangan, termasuk dengan kehidupanku di Jerman," terangnya.

2. Bukan Rekayasa

Ragil mengakui bahwa apa yang ia tunjukkan di TikTok bukanlah drama yang direkayasa. Ia hanya menunjukkan kesehariannya bersama sang suami lewat platform media sosial tersebut.

"Memang seperti itu apa adanya muncul dan akhirnya viral banget. Akhirnya ya punya personal branding yang kuat kalau si Ragil adalah pasangan gay. Padahal kan yang lain-lain juga sebenarnya banyak aja tapi mungkin karena aku yang berani yang awal seviral itu jadi konotasi gay itu selalu disangkutpautkan ke Ragil sekarang ya. Pasti kalau ada video-video yang mengarah ke situ aku biasanya di tag-in ‘wah si Ragil nih, anaknya si Ragil, adiknya si Ragil atau kakaknya kak Ragil’. Misalnya ada teman-teman kita yang posting video mengarah ke dunia LGBTQ+ atau kalau ada postingan lagi nari Tik Tok yang lemah gemulai cowok-cowoknya pasti selalu disangkutpautkan ke Ragil," kata Ragil.

3. Terbuka Terima Komentar

Ragil pun menyadari bahwa apa yang ia lakukan akan mendapatkan reaksi beragam dari publik. Terlebih masyarakat Indonesia belum bisa menerima kehadiran pecinta sesama jenis.

"Kalau dibilang pro kontra ya pasti adalah apapun yang kita lakukan pasti ada orang yang nggak senang sama apa yang kita lakukan terlepas bukan dari LGBTQ+ juga, sama aja. Misalnya kayak selebriti punya anak, lahiran aja orang-orang berkomentar ih cepat banget lahiran segala macam, belum juga lama nikahnya segala macam. Jadi apa yang kita lakukan di dunia ini atau di hidup ini pasti ada pro kontra. Kalau kita melakukannya di ruang lingkup kecil misalnya hanya di bagian keluarga, teman kan juga belum tentu ada yang setuju sama apa yang kita lakukan," terangnya.

"Nah apalagi kita melakukannya di ruang lingkup yang besar dalam arti kata aku mengekspose apa yang jadi kehidupanku sehari-harinya atau memberi tahu kepada orang beginilah kehidupanku pasti ada konsekuensinya kalau banyak orang di luar sana yang nggak suka. Nggak suka dalam arti kata bisa saja nggak suka karena juga mereka ingin seperti itu tapi nggak kesampaian atau memang benar-benar nggak suka karena dianggap sangat vulgar misalnya," ujarnya.

"Aku sih menanggapinya karena aku udah dari zaman main sosial media sebelum ada Tik Tok juga udah terbuka. Di zaman facebook aku nggak pernah kunci video yang aku posting paling komentarnya aku tutup kalau misalnya ada hal-hal yang aku posting dengan keluarga. Jadi aku dari 2014 aktif di media sosial aku udah kuat untuk tidak menghiraukan apapun hujatan orang di luar sana. Tapi aku lebih berpikir positifnya. Walaupun mereka menghujat, mereka melihat video itu dan membaca komentarnya paling nggak mereka mulai bersentuhan dengan yang tabu, awam, yang nggak dibicarakan di Indonesia misalkan. Jadi aku menangnya di situ," lanjut Ragil.


4. Tak Terganggu

Ia pun mengabaikan hujatan yang disampaikan lewat media sosial. Karena netizen yang awalnya menghujat, pada akhirnya tetap terus menonton karena berbagai hal.

"Kalau mereka menghujat ya selain memang ada pundi-pundi uang yang masuk ya nggak bisa dipungkiri tapi lebih kepada hujatan mereka ini paling nggak mereka akan terbiasa dengan hal-hal yang selama ini mereka nggak pernah dengar. Mungkin menangnya juga di situ makanya bisa seramai dan sampai sekarang masih punya community yang besar. Karena orang-orang di luar sana merasa kayak misalkan komentar orang-orang ya makin hari awalnya nggak respect nggak suka tapi makin ke sini makin biasa aja sih makin yaudah lah orang hidup-hidup dia gitu. Itu kan sebenarnya yang ingin aku ingin capai. Kemenangan yang ingin aku berikan kepada orang untuk bilang sebenarnya apa sih yang kalian pikirin? Yaudahlah selama aku nggak mengganggu siapapun itu kan urusanku," ungkapnya.

"Aku harap nanti semakin banyak orang yang berani speak up, berani terbuka, berani menunjukkan kebiasaan itu dan orang-orang semakin hari semakin terbiasa aja. Bukan berarti harus menerima gitu paling nggak yaudah menghargai pilihan orang hidupnya seperti apa. Jadi kayak misalkan teman-teman kita yang transgender yang di awal-awal juga dihujat kan tapi makin hari sekarang transgender makin dipuja-puja kan istilahnya kan kita nggak usah sebut nama ya siapa mereka tapi makin sering wara-wiri di tv segala macam karena itu tadi karena orang-orang makin terbiasa dengan dunia itu. Karena semakin disuguhkan dengan kelucuan mereka, tingkah laku mereka, kehidupan mereka orang-orang terbiasa," lanjut Ragil.

5. Abaikan Haters

Kini ia pun sudah tidak memikirkan hal negatif dari komentar miring padanya. Keberadaan haters tidak membuat Ragil surut dalam membuat konten di media sosial.

"Kalau aku selalu bilang gini alah bisa karena biasa kan jadi kalau sesuatu hal yang baru yang nggak pernah kita dengar kita pasti takut, kita nggak terbiasa. Tapi kalau semakin hari kita semakin dengar semakin hari semakin kita terbiasa dengan hal-hal yang seperti itu maka orang-orang nggak akan berpikir buruk lagi. Tapi lebih kepada ya hidup-hidup lo sih yaudahlah gitu. Makanya sekarang komentar negatifnya udah mulai berkurang karena orang-orang udah nggak berpikir ke situ lagi tapi lebih kepada yaudahlah si Ragil senang aku senang lihat video masaknya, aku senang lihat video berkebunnya, aku senang lihat pengetahuan tentang Jermannya. Jadi hatters itu kan lama-lama bisa jadi fans yang tertunda juga kalau kita selalu memberikan informasi yang sebenarnya juga mereka ingin tahu," tukasnya.

(kpl/rhm/phi)


REKOMENDASI
TRENDING