SELEBRITI

Keluarga Vanessa dan Bibi Rebutan Hak Asuh Gala Sky, Kak Seto Turun Tangan

Jum'at, 19 November 2021 19:05

Kak Seto kala mendongeng © instagram.com/kaksetosahabatanak

Kapanlagi.com - Setelah Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah meninggal dunia, keluarga mendiang sama-sama mengajukan hak asuh atas Gala Sky Andriansyah. Ayah Vanessa, Doddy Sudrajat mengajukan hak asuh ke Pengadilan Jakarta Pusat, sementara ayah Bibi, Faisal mengajukan hak asuh ke Pengadilan Jakarta Barat.

Ramai diberitakan bahwa keluarga Bibi telah ditetapkan sebagai pemegang hak asuh Gala. Namun proses di pengadilan tempat kedua keluarga mengajukan hak asuh masih berlangsung dan hal ini berpotensi menimbulkan konflik.

Kasus Gala ini pun akhirnya mendapat perhatian dari Kak Seto. Psikolog dan pemerhati anak ini mengutarakan beberapa hal menarik kala membahas tentang Gala.

"Ya memang yang terbaik adalah anak diasuh dalam keluarga. Tentu yang pertama adalah keluarga terdekatnya. Apakah kakek nenek, paman bibi. Tetapi kalau memang tidak ada, maka ini adalah tanggung jawab negara. Ada rumah perlindungan anak," ujar Kak Seto kepada KapanLagi.com, Jumat (19/11).

1. Dimediasi Kak Seto

Karena ada potensi perebutan dan sekarang prosesnya sedang berlangsung di pengadilan, kak Seto berupaya untuk melakukan mediasi. Karena hal ini bisa berpengaruh buruk pada Gala di kemudian hari.

"Perlu dimediasi apakah sama Kementerian Sosial atau Pengadilan, dan sebagainya. Artinya, semua mohon mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak. Mungkin anak dilihat juga, tentu kalau bisa melibatkan pakar profesional, psikolog. Mohon anak tidak berada di wilayah konflik. Perlu ada mediator yang bisa menjembatani antara 2 keluarga ini. Bahkan kami dari LPAI, demi kepentingan Gala, kami siap menjadi mediator," terangnya.

Lebih lanjut, kak Seto berharap Gala tidak sampai merasa tertekan. Meski masih batita, namun ia sudah bisa merasakan situasi tertekan karena lingkungan sekitarnya.

"Jadi kami akan coba cepat turun tangan untuk menangani kasus ini. Jangan sampai adik Gala yang sudah kehilangan kedua orangtuanya, kemudian berada dalam tekanan atau situasi perebutan konflik. Karena ini kekerasan pada anak yang memang seolah tidak berdarah-darah, tapi hatinya nanti yang terluka. Mohon kedua keluarga ini bisa melakukan sesuatu yang terbaik untuk sang anak," lanjut pria yang masih awet muda ini.

Kak Seto pun khawatir jika konflik terus berlanjut, psikologis Gala akan terganggu. "Tentu anak jadi bingung mencintai keluarga ayah atau ibunya. Apalagi saya kira, antara (keluarga) ayah dan ibunya tetap dalam suasana yang akrab dan mesra. Jangan sampai kedua orangtua (mendiang) ini merusak suasana keindahan yang selama ini sudah dibangun. Yang penting saat ini adalah kedewasaan kedua belah pihak keluarga. Jadi mohon dibicarakan baik-baik," tukasnya.

 

(kpl/aal/phi)


REKOMENDASI
TRENDING