Pengacara Korban Indra Bekti & Saipul Jamiell Didukung MUI

Kamis, 24 Maret 2016 01:15 Penulis: Risang Sudrajad
Pengacara Korban Indra Bekti & Saipul Jamiell Didukung MUI Saipul Jamiell - Indra Bekti © KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Kuasa hukum dari Reza Pahlevi dan pria berinisial MD yang mengaku sebagai korban pencabulan Indra Bekti dan Saipul Jamiell mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kedatangan mereka bertujuan untuk mencari dukungan dari banyak pihak sebagai bentuk respon maraknya kasus LGBT saat ini.

Kedatangan mereka pun disambut baik oleh pihak MUI. Menurut Priyo Jatmiko selaku kuasa hukum Reza Pahlevi, pihak MUI bersedia untuk menjadi saksi ahli dan mendukung gerakan-gerakan terkait dengan LGBT.

"Positif sekali akan mendukung. Bersedia sebagai saksi ahli dan juga mendorong untuk kampanye atau memberikan fatwa terkait dengan LGBT. Fatwa-fatwa dari majelis ulama ini merupakan suatu dukungan berkaitan dengan pelanggaran atau tindak pidana kesopanan maupun kesusilaan. Ini fatwa dari majelis ulama. Ada fatwa tentang norma-norma agama, ada dari alquran dan sebagainya," ujar Priyo Jatmiko saat ditemui di kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Selasa (22/3).

Masih banyak kasus-kasus seperti yang dialami Reza LGBT di luar sana © KapanLagi.com®/Abbas AdityaMasih banyak kasus-kasus seperti yang dialami Reza LGBT di luar sana © KapanLagi.com®/Abbas Aditya

Ada tujuh orang dari komisi fatwa maupun dari komisi hukumnya yang menyambut kedatangan mereka di kantor MUI. Ditambahkan Priyo, tindakan mereka merupakan satu langkah pencegahan terhadap banyaknya persoalan LGBT saat ini.

Priyo juga berharap bakalan ada sebuah penegakan hukum untuk kasus seperti ini. Sebab menurutnya, masih banyak kasus-kasus seperti yang dialami Saipul Jamiell dan Indra Bekti namun para korbannya tak memiliki keberanian untuk melapor.

"Penegakan hukum supaya ke depan yang lain biar nggak ada ancaman juga. Kami ingin ada aturan yang berlaku. Yang melapor ke kami soal SJ kan cuma satu. Saya yakin Yang lain ada cuma tidak mau melapor," tutupnya.

(kpl/pur/abl)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING