SELEBRITI

Rey Utami Depresi Ditahan, Berat Badan Turun Sampai 3 kg

Kamis, 18 Juli 2019 14:30 Penulis: Galuh Esti Nugraini

Rey Utami - Pablo Benua © KapanLagi.com/Nurwahyunan

Kapanlagi.com - Kasus ikan asin telah menetapkan Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami sebagai tersangka. Meski begitu, kasus ini pun masih terus ditindaklanjuti. Sebuah kasus yang berawal dari Galih Ginanjar dirasa menjelekkan mantan istrinya, Fairuz A Rafiq.

Tak terima, pihak Fairuz pun melaporkannya ke kepolisian. Hal itu juga menyeret nama Rey Utami dan Pablo Benua. Tentu saja, karena semua yang diucapkan Galih berada di video YouTube channel mereka.

Berada di dalam penjara, Rey Utami mengaku stres. Hal tersebut diungkap sendiri oleh tim kuasa hukumnya, Burhanuddin. Bahkan berat badannya pun sampai turun.

"Kalau tadi si Rey ngomong bahwa berat badannya turun 3 kg. Dia puasa hari ini. Cuman yang namanya orang ditahan ya pasti stres lah depresi atau apa. Yang biasanya di luar, senang, happy atau apa tiba-tiba ada di dalam (penjara)," ungkap Burhanuddin saat dijumpai di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (17/7).

 

1. Upaya Penangguhan Penahanan

Tim kuasa hukum Rey dan Pablo tengah berupaya penangguhan penahanan. Ada alasan penting mengapa hal tersebut begitu diupayakan. Ya, karena ada anak yang masih kecil dan tidak bisa ditinggal.

"Ini juga kan mereka ada anak kecil. Jadi kami juga sudah masukin surat penangguhan penahanan. Mudah-mudahan ada segi dari kebijakan kemanusiaan lah. Apa dua-duanya bisa ditangguhkan atau salah satunya," lanjutnya.

2. Pablo Benua Ingin Mediasi

Saat ini, yang diinginkan Pablo Benua adalah bisa melakukan mediasi dan berdamai dengan Fairuz A Rafiq. Karena ia beranggapan dirinya tak salah. Sebenarnya kasus tersebut hanyalah urusan pribadi antara Galih dan Fairuz sebagai mantan suami istri.

"Keinginan saat ini sih ya bagaimana bisa di luar gitu. Dan diupayakan bisa mediasi. Karena bagaimana pun kan ini urusan Galih sama Fairuz, urusan pribadi gitu. Akhirnya mengeliling ke mana-mana dianggap masalah seluruh perempuan di Indonesia, padahal kan nggak. Bukan itu masalahnya, ini sifatnya pribadi, masalah keluarga. Jadi kita mengupayakan bagaimana bisa ada upaya persuasif dan damai," pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING