Hakim Ikut Pelatihan, Sidang Farhat Abbas VS Ahmad Dhani Ditunda

Rabu, 24 Februari 2016 14:05 Penulis: Girindra Permana Cahya
Hakim Ikut Pelatihan, Sidang Farhat Abbas VS Ahmad Dhani Ditunda Farhat Abbas - Dhani © KapanLagi.com
Kapanlagi.com - Kasus yang mempertemukan Farhat Abbas dan Ahmad Dhani di meja hijau masih berlanjut. Rencananya hari ini menjadi sidang lanjutan dari dua publik figur ini.

Tim kuasa hukum Farhat Abbas, Burhanudin, mengungkapkan mengapa terjadi penundaan sidang. Tidak hadirnya hakim karena mengikuti pelatihan menjadi masalah utama.

"Sebenarnya agenda hari ini adalah keterangan dari terdakwa. Tapi karena hakim tidak ada karena sedang mengikuti pelatihan, jadi ditunda selama seminggu. Sebenarnya kami, tim kuasa hukum dan terdakwa sudah siap. Kami akan lihat selama seminggu ini. Karena setelah keterangan dari terdakwa maka akan ada tuntutan dari tim Jaksa Penuntut Umum. Setelah itu akan ada pledoi dari tim kuasa hukum. Setelah pledoi tinggal tunggu putusan saja," ucap Burhanudin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera, Jakarta Selatan, Rabu (24/2).

Sidang lanjutan Farhat VS Dhani tertunda © KapanLagi.comSidang lanjutan Farhat VS Dhani tertunda © KapanLagi.com

Burhan juga tak ragu membeberkan apa yang telah ia dan tim persiapkan untuk hari ini. Dari semua aspek yang mereka persiapkan, ia dan tim masih berfokus agar Farhat bebas dari segala tuntutan.

"Kami menggali saat Farhat melakukan BAP di kepolisian, lalu menggali keterangan para saksi dan yang paling pokok adalah dalam hal ini kan sebenarnya saling balas. Farhat pun sebenarnya 'diserang' juga oleh Ahmad Dhani dan tim kuasa hukum. Apapun itu kami fokus agar Farhat terbebas dari tuntutan nantinya," lanjutnya.

Meskipun sebenarnya kedua belah pihak sudah mengucap kata damai, sidang masih harus dilanjutkan sampai selesai. Karena perkara ini masuk kasus pidana.

"Kalau proses pidana walaupun ada kata maaf proses persidangan harus tetap dijalankan sampai selesai. Mungkin dengan adanya kata maaf dan saling memaafkan hukuman akan dikurangi atau mungkin akan ada hukuman percobaan saja," pungkasnya.

(kpl/pur/otx)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING