Jeremy Teti Jelaskan Alasannya Bersikap Pro LGBT Dalam Debat

Kamis, 18 Januari 2018 07:14 Penulis: Ferry Sanjaya
Jeremy Teti Jelaskan Alasannya Bersikap Pro LGBT Dalam Debat Jeremy Teti © Kapanlagi/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Presenter Jeremy Teti tengah menjadi pembicaraan warganet gara-gara statement dalam debat di sebuah acara televisi tiga tahun lalu yang kini tengah viral. Dalam potongan video yang beredar di YouTube, ia terkesan pro terhadap gerakan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) di Indonesia.

Saat diminta komentarnya, pria berusia 49 tahun ini memberikan penjelasan bila dalam debat itu ia memang diminta menjadi pihak yang pro. Mengingat sebuah tayangan debat, haruslah ada pihak yang berada di kubu pro dan kontra.

“Itu adalah show televisi, kalau semuanya pro nggak seru (acaranya). Harus ada pro dan kontra gitu. Ada pendukung, ada kontra, jadi itu sebuah show televisi, jadi Anda (warganet) jangan baper,” kata Jeremy ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2018).

Jeremy Teti © Kapanlagi/Muhammad Akrom SukaryaJeremy Teti © Kapanlagi/Muhammad Akrom Sukarya

Pria kelahiran Atambua ini kemudian melanjutkan sebuah pesan untuk warganet yang gampang tersulut. Terbukti, hujatan pun menghampiri kolom komentar Jeremy tiada henti.

“Nah jadi kalian belajar untuk berpikir yang logic. Lihat sesuatu dari berbagai sisi, jangan satu sisi. Emang gue penganut apaan, masa gue yang melegalkan? Gue nggak punya power untuk melegalkan sesuatu di negara ini. Emang saya pejabat publik? Digaji oleh negara? Digaji oleh APBN? Digaji oleh rakyat? Dengan pajak? Tidak kan,” tandasnya.

Berikut kutipan statement Jeremy Teti yang viral itu:

“Menurut saya perkawinan sejenis ya setuju-setuju saja. Selama orangtuanya setuju, kenapa tidak, iya nggak? Dan perangkat hukum harus kuat. Instrumen hukum sudah kuat, yang menikah dia, yang dosa-dosa dia jadi urusan dia dengan Tuhannya. Kita tidak perlu jadi Tuhan untuk orang lain. Okay?” kata dia memulai memberikan pendapat.

“Siapa bilang sejenis tidak bisa menghasilkan keturunan? Iya nggak? Banyak sekali. Kalau di luar (negeri) bisa nyewa rahim. Maaf ya, kalau di Indonesia mungkin belum bisa. Kita berpikir ke depan, suatu saat akan ada penyewaan rahim buat kaum gay untuk menghasilkan anak. Kita berpikir visi untuk 50 tahun ke depan. Kalau generasi sekarang ini sudah lewat lah. Kurang lebih kita selalu berpikir dengan hukum, padahal ini masalah sosial,” pungkasnya.

(kpl/abs/frs)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING