Berawal Dari Cemburu, Aida Saskia Dihajar Suami di Mobil

Senin, 17 November 2014 12:31 Penulis: Darmadi Sasongko
Berawal Dari Cemburu, Aida Saskia Dihajar Suami di Mobil Aida Saskia © KapanLagi.com/Agus_Apriyanto
Kapanlagi.com - Kali pertama Aida Saskia menerima tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh suaminya, Mahendra Pramidyo, sekitar tujuh bulan lalu, saat mereka masih pengantin baru. Saat itu dipicu oleh perasaan cemburunya dengan teman kerja suaminya.

"Ada selentingan pihak ketiga. Namanya pengantin baru pasti ada rasa cemburu, cuma salahnya aku tegur di depan umum," aku Aida Saskia di Polres Jakarta Selatan, Minggu (16/11).

Aida mendatangi tempat kerja suaminya dengan marah-marah, akibat perbuatannya itu, dia mendapat perlakuan kasar. Beberapa bagian tubuhnya lebam karena dihajar di dalam mobil di depan tempat kerja suaminya, di Bogor.

"Lantas aku ditarik keluar (kantornya) dan dimasukkan ke mobil dan dipukuli. Mata aku lebam sampai satu minggu. Sampai handlesen mobil saja patah. Itu kejadian pertama," kisahnya.

Akibat kejadian itu, Aida melaporkan ke Polsek Mampang. Namun hatinya luluh setelah sang suami menghubunginya, dan bersedia memperbaiki diri. Padahal Aida saat itu sudah melarikan diri ke Bali hingga seminggu.

"Aku ke Bali buat tenangkan diri. Di situ aku sempat down dan ditolong security. Aku tinggal di sana seminggu tapi dia nggak coba hubungi aku. Sampai akhirnya dia telepon aku dan minta maaf, khilaf dan mau aku balik lagi," katanya.

Aida Saskia © KapanLagi.com/Agus_ApriyantoAida Saskia © KapanLagi.com/Agus_Apriyanto

Mereka kemudian kembali akur dengan sebuah surat perjanjian. Rindra di depan orang tua Aida, menandatangani sebuah surat kesepakatan. "Itu surat perjanjian pertama yang dia kasih ke aku tanggal Rabu, 16 April 2014. Aku ini cemburuan tapi ternyata dia nggak bisa dicemburuin," katanya.

Kini Aida kembali menerima tindak KDRT dari suaminya. Dia dihajar dan disekap di dalam kamar. Tubuhnya beberapa kali disiram air, dan tangannya sempat diinjak. Minggu (16/11), didampingi pengacaranya, melaporkan kasusnya di Polres Jakarta Selatan.

"Dari pihak Aida sudah memberikan keterangan bahwa ada luka lebam di lengan dan beberapa bagian lain. Agar supaya hasil (visum) itu bisa diambil dan diproses. Menurut Pasal 44 Undang-Undang No 23 tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT, ancamannya maksimal 5 tahun penjara," kata Salim Chozie, pengacara Aida.

(kpl/tov/dar)


REKOMENDASI
TRENDING