INTERNASIONAL

[Review] 'THE TOWER', Pesta Yang Berakhir Bencana

Sabtu, 09 Februari 2013 08:01

[Review] 'THE TOWER', Pesta Yang Berakhir Bencana
The Tower. Sumber foto: CJ Entertainment




KapanLagi.com -

Oleh: Puput Puji Lestari

Tepat pada malam Natal 2012, Tower Sky diresmikan di Seoul, Korea Selatan. Tower Sky adalah gedung pencakar lain 108 lantai yang terdiri dari 2 menara yaitu City View dan River View. Pengelola gedung tersebut mempersiapkan acara peresmian yang meriah. Banyak hal dilakukan untuk memanjakan penghuni gedung tersebut mulai dari fasilitas hiburan, jamuan makanan, hingga pertunjukan spesial malam Natal.

Lee Dae-ho (Sang-kyung Kim) selaku manajer teknisi Tower Sky sangat disibukkan dengan persiapan acara tersebut. Ia bahkan harus mengorbankan waktu liburan bersama putri tunggalnya yang bernama Hana (Mina Cho). Tapi Natal kali ini, Lee berjanji mengajak Hana untuk ikut menikmati fasilitas spesial Tower Sky supaya bisa memberikan pengalaman indah baginya.

Pada awalnya acara peresmian Tower Sky dan perayaan malam Natal berlangsung dengan lancar. Bahkan pihak pengelola sempat membuat salju buatan dengan menggunakan mesin khusus yang digantung di helikopter. Namun keindahan itu tanpa disangka menjadi awal petaka.

Tiba-tiba helikopter pembawa mesin salju hilang kendali dan menabrak salah satu gedung Tower Sky. Gedung megah itu ditabrak helikopter. Bahan bakar dalam helikopter membuat kebakaran besar di lantai 63. Pemadam kebakaran harus bekerja keras karena tidak bisa masuk langsung ke lantai tersebut. Proses evakuasi dan penjinakan api menjadi prioritas. Lee Dae Ho bersikukuh tidak mau meninggalkan gedung tanpa menyelamatkan anaknya.

Review:

Mewah dan megah, begitu gambaran yang pas untuk film ini. Karena Kim Ji-hoon sebagai sutradara nampak bekerja keras untuk menyakinkan penonton bahwa gedung tersebut adalah tempat 'mahal'. Salah satu sisi yang dipamerkan adalah restoran China yang berhiaskan patung-patung pejuang Terracotta.

Selain pesta dengan semua hidangan dan minuman mahal, hampir semua penghuni gedung itu menggunakan pakaian mahal. Bahkan hingga seragam pekerja terkesan rapi sehingga menyakinkan bahwa ada kebanggaan di peresmian gedung tersebut.

Megah, itulah kesan pertama yang muncul saat menonton film ini. Penonton diyakini akan dibuat takjub dengan bangunan berkapasitas 108 lantai yang terdiri dari 2 menara yaitu City View dan River View. Namun kesan takjub itu tidak akan dibuat berlarut-larut karena sang sutradara Kim Ji-hoon, segera mengubahnya menjadi ketegangan yang tiada henti.

Sempat terasa membosankan di awal film ini karena pengenalan tokoh berjalan lambat. Namun setelah konflik sebenarnya muncul, drama ini jadi mempesona. Penjinakan api sendiri sudah menjadi gambar yang menarik. Kisah ayah dan anak Lee dan Hana saja, meluas hingga ke beberapa persoalan mulai dari kisah asmara antara Lee dengan manajer bagian dapur Seo Yoon-hee (Son Ye-jin). Cinta dan kepercayaan menjadi pertaruhan dalam usaha penyelamatan.  

Meskipun begitu kita masih bisa menemukan lelucon di tengah suasana tegang. Hiburan yang lengkap.

(kpl/uji/dka)